Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang
  • Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung
  • BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal
  • Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun
  • Pendapatan Batam Naik Rp331 Miliar, Amsakar Sampaikan LKPJ 2025
  • Dorong Elektrifikasi, Veloz Hybrid EV Resmi Diluncurkan di Batam, Tawarkan Efisiensi dan Emisi Rendah
  • Apel Perdana Pascale­baran, Amsakar Tegaskan Transformasi Kinerja ASN
  • Tiga Masalah Besar Batam Belum Tuntas, Amsakar Siap Rombak Jajaran Pemko
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Setelah Berjuta Tahun, Penyu Belimbing Kini Diambang Kepunahan
HEADLINE

Setelah Berjuta Tahun, Penyu Belimbing Kini Diambang Kepunahan

28 Mei 2017Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Penyu Belimbing, atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Dermochelys Coriacea merupakan penyu dengan ukuran yang paling besar di dunia.

Dari 7 spesies penyu di dunia, penyu ini merupakan penyu yang paling kuat dalam sistem pertahanan hidup di alam.

Setelah melewati jutaan tantangan hidup selama jutaan, bahkan puluhan juta tahun. Kini, hidup si penyu belimbing ada diambang kepunahan.‎ Ya, akibat maraknya perburuan liar dan perubahan iklim secara drastis, keberlangsungan hidup biota laut yang menghuni Indonesia ini nyaris menghilang dari muka bumi.

Diketahui, panjang tubuh penyu dewasa bisa mencapai 3 meter dengan bobot lebih dari 300 kilogram. Dengan ukuran itu, si penyu yang cangkangnya tampak seperti buah belimbing ini mampu menghasilkan telur sekitar 150 butir.

Namun sayang, dari jumlah telur yang nantinya akan menetas, hanya sebagian kecil yang mampu bertahan hidup.

Dari 7 jenis penyu di dunia, 6 ada di Indonesia. Adapun diantaranya, ialah Penyu Belimbing (Dermochelys Coriacea), Penyu Hijau (Chelonia Mydas), Penyu Tempayan (Carreta caretta), Penyu Pipih (Natator Depressa), Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) dan Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea).

Keberadaan 6 jenis penyu di tanah air, termasuk penyu belimbing merupakan anugerah yang luar biasa. Namun, kekayaan fauna itu kini kritis dan nyaris kalah dengan kerasnya hidup.

Seperti yang dilakukan organisasi perlindungan hewan di dunia (WWF), penyu belimbing langsung dimasukkan dalam daftar hewan yang dilindungi.

“Penyu belimbing hanya datang dan bertelur di pantai Barat, Papua. Alangkah indahnya Indonesia,” tulis WWF di situs resminya.

Benar saja, Papua menjadi rumah persinggahan penyu belimbing untuk meletakkan telurnya. Karena peduli akan populasi yang semakin berkurang, masyarakat sekitar pun secara sukarela mengosongkan bibir pantai sekitar untuk dijadikan lokasi bertelur sang hewan langka itu.

“Pantai dikosongkan untuk habitat sang penyu,” tulis BBC.

Alangkah tragisnya bila penyu belimbing benar-benar punah. Sebab, keberadaannya sungguh penting. Mengapa?

Pertama, migrasi penyu sangat berperan menyebar kesuburan di laut. Kemudian, penyu kerap memakan sponge, yang merupakan hama bagi terumbu karang. Otomatis, penyu seakan menjaga keberadaan terumbu karang di dasar lautan.

Ketiga, penyu belimbing menjadi indikator penyedia pasokan ikan di laut dengan memakan ubur-ubur yang menjadi predator juvenil benih ikan.

Keempat, penyu memakan helai-helai lamun tua untuk mempermudah pertumbuhan lamun muda sebagai habitat perkembangbiakan ikan. Terakhir, kepunahan hanya akan mengganggu rantai makanan di laut.

Hal itu tentu sangat merugikan manusia, baik dari segi ketersediaan ikan dan komoditi laut lainnya.

Sudah selayaknya kita menjadi pelaku perlindungan satwa langka yang hampir punah. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) harus secepatnya mengambil langkah taktis untuk menjaga populasi sang penyu belimbing tetap terjaga.

Keterkaitan elemen pertahanan dan keamanan, yang bekerja sama dengan masyarakat juga amat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian alam, sebagai habitat sang penyu.

Jangan biarkan penyu belimbing punah, jangan biarka aset indonesia hilang perlahan. Mulai relokasi lingkungan sekitar, menjadi nyaman dan asri untuk menjaga keseimbangan alam tetap terjaga.‎

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
Bisnis
Bisnis

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026 Bisnis

CENTRALBATAM.CO.ID, SIAK – Suasana tak biasa terlihat di Pelabuhan Domestik Mangkapan, Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Provinsi…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026

Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun

31 Maret 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.