CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam terus melanjutkan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi, atas pelelangan pengangkutan sampah di Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) Kota Batam pada tahun 2011 sampai 2015.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Seski Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal, saat dikonfirmasi usai penyuluhan Bahaya Narkoba bagi siswa ditingkat SMP se-Kota Batam, Jumat (12/8/2016) lalu.
Iqbal, yang tengah bercengkrama dengan awak media ini mengatakan. Pihanya telah memerisa sekitar 16 saksi-saksi, termasuk supir truk pengangut sampah DKP Batam.
Dengan pemeriksaan tersebut, ia mengklaim masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi dalam pemenangan proyek pengangutan sampah.
“Kita masih lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus pelelangan pengangkutan sampah DKP Kota Batam tahun 2011 sampai 2015. Kasus ini tetap ditindak lanjuti,” kata Muhammad Iqbal, Kasi Pidus Kejari Batam.
Dikataannya juga, adapun keterangan yang telah diperoleh sebelumnya akan dikembangkan dan terus diperdalam.
“Keterangan sejumlah saksi yang sudah diperiksa, terus kita kembangkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diketahui dugaan korupsi yang merugikan negara ini,” katanya.
“Sebelumnya, kita sudah periksa 16 supir truk sampah dan beberapa staf DKP Batam. Dan keterangannya sudah kita petakan dengan baik,” ungkapnya.
Kini, lanjutnya. Kejari Batam, melalui Seksi Tindak Pidana Khusus ini akan memeriksa sejumlah ‘Pejabat’ didalam kedinasan DKP guna melanjutkan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang atas penunjukan PT Royal Gensa Asih (RGA) sebagai pemenang tender pengangkutan sampah periode 2011 hingga 2015.
