Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum
  • Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini
  • BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026
  • Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit
  • Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang
  • Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung
  • BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal
  • Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Sedang Shalat Isya, Pria Ini Dibacok saat Rakaat Kedua, Berikut Kronolgisnya
HEADLINE

Sedang Shalat Isya, Pria Ini Dibacok saat Rakaat Kedua, Berikut Kronolgisnya

16 Februari 2019Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Kurnaevi ditangkap jajaran Polres Sumedang di TPU Cilayung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) malam pukul 21.00 WIB. (AAM AMINULLAH/KOMPAS.com)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

CENTRALBATAM.CO.ID – Seorang pria tewas dibacok pakai kapak saat melaksanakan shalat Isya pada rakaat kedua di Masjid Miftahul Falah, Kawasan Sukasari, Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019).

Pria tersebut tewas seketika usai dibacok menggunakan senjata tajam berukuran besar untuk memotong kayu, yakni kapak atau patik.

Pria itu tewas dibacok menggunakan kapak oleh orang tak dikenal, saat melaksanakan ibadah shalat Isya di Masjid Miftahul Falah, Sumedang.

Korban tersebut diketahui bernama Maslikhin (54) .

Maslikhin ternyata dibacok dengan kapak oleh tetangganya sendiri yang mengalami gangguan jiwa selama 4 tahun, bernama Kurnaevi.

Peristiwa pembunuhan pun menggegerkan warga Sukasari, Sumedang.

Pria yang tewas dibacok pakai kapak itu diketahui saat melaksanakan shalat Isya pada rakaat kedua di Masjid Miftahul Falah, Sumedang.

Di lokasi kejadian, terlihat jenazah korban telah ditutupi oleh karpet sajadah masjid berwarna hijau.

Nampak sajadah hijau tersebut sudah ternoda dengan kucuran darah dari tubuh pria tersebut, berikut dengan lantai keramik putih penuh dengan darah.

Kapolsek Tanjungsari, Kompol Deden Mulyana membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut.

“Pukul 19.30, kami terima telepon dari Kasubsektor bahwa telah terjadi kasus pembunuhan di sebuah masjid,” ujar Kompol Deden Mulyana, Jumat (15/2/2019).

Saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dibacok Pakai Kapak

Korban pembunuhan di Masjid Miftahul Falah, Sukasari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, tewas di tempat.

Korban dibacok saat sedang melaksanakan Shalat Isya berjamaah di Masjid Miftahul Falah.

Kapolsek Tanjungsari, Kompol Deden Mulyana mengatakan korban tewas dibunuh oleh orang tak dikenal di saat melaksanakan ibadah isya pada rakaat kedua.

“Korban sedang shalat rakat kedua, tiba-tiba saksi yang shalat disampingnya melihat korban langsung jatuh dan tergeletak,” ujar Kompol Deden Mulyana.

Jasad korban yang dibacok saat shalat Isya

Menurutnya, saat korban terjatuh dan tergeletak bersimbah darah, kegiatan shalat berjamaah langsung berhenti.

Beruntung, lanjutnya, para saksi yang merupakan jemaah shalat Isya berjamaah, melihat wajah pelaku dan dapat mengidentifikasi pelaku.

“Para saksi sudah melihat pelaku, mengidentifikasi pelaku orang lingkungan sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, korban tewas akibat bacokan senjata tajam berupa patik atau kampak besar untuk memotong kayu.

Gangguan Jiwa dan Berhalusinasi

Aparat kepolisian menangkap Kurnaevi, warga Dusun Salam RT 002 RW 002, Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, karena memukul tetangganya, Maslikhin (54), hingga tewas, Kamis (14/2/2019).

Dilansir Kompas.com, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, pelaku mengaku membunuh korban karena dendam.

“Tidak ada motif lain, motifnya dendam pribadi. Jadi, jangan dikait-kaitkan dengan motif yang aneh-aneh ya. Ini murni dendam pribadi,” ujar Hartoyo saat pengungkapan kasus di Mapolres Sumedang, Jumat (15/2/2019).

Hartoyo mengatakan, kejadian itu bermula saat tersangka datang ke masjid untuk menunaikan shalat.

Namun, tersangka mengaku dipelototi oleh korban.

Pukul 19.30, pelaku kembali ke rumahnya dan membawa sebuah kapak.

Di dalam masjid itu, pelaku memukul kepala korban hingga tewas.

Hartoyo mengatakan, dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Kurnavei pernah menderita gangguan jiwa.

Dokter yang pernah menangani Kurnaevi menyebut, pelaku kerap berhalusinasi.

Diduga, pengakuan pelaku yang merasa dipelototi korban hanya halusinasi.

Setelah melakukan perbuatannya, pelaku sempat melarikan diri dan ditangkap petugas di pemakaman umum di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor.

Jasad Pria yang dibacok saat shalat Isya

“Kata dokter spesialis kejiwaan yang sempat menangani pelaku, dia kerap berhalusinasi. Saat kejadian, halusinasi itu yang muncul dan melatarbelakangi pelaku membunuh korban,” ujarnya.

Dokter spesialis kejiawaan Edi, yang dihadirkan polisi, mengatakan, pelaku datang ke kliniknya untuk berobat pada Juni 2018.

Saat berobat, pelaku mengalami stres berat dan banyak melamun. Edi pernah menyarankan agar Kurnaevi dirawat.

“Pelaku mengalami gangguan jiwa berat. Saat terakhir kali diperiksa, saya sudah menyarankan untuk dirawat. Hal ini (pembunuhan) terjadi mungkin saja karena halusinasi pelaku ini kambuh lagi karena sudah lama tidak berobat lagi,” katanya.

Motif Dendam

Satuan reserse kriminal Polres Sumedang mendalami motif dendam pelaku yang membunuh Mas Maslikhin (54).

Korban diketahui tewas di tangan tetangganya sendiri yang mengalami gangguan jiwa saat tengah melaksanakan shalat Isya berjamaah di Masjid Miftahul Falah, Dusun Salam RT 02/02, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dilansir Kompas.com, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo melalui Kasatreskrim AKP Dede Iskandar mengatakan, motif dendam pelaku masih didalami.

“Motif dendamnya masih kami dalami. Soal gangguan kejiwaan itu nanti pengadilan yang memutuskan,” ujarnya usai konferensi pers di Mapolres Sumedang, Jumat (15/2/2019) sore.

Sebelumnya, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menegaskan, tidak ada motif lain, selain dendam dari kasus tewasnya korban di dalam masjid.

“Tidak ada motif lain. Motifnya dendam pribadi. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan motif yang aneh-aneh ya. Ini murni dendam pribadi,” ujarnya menjawab motif yang berkembang pascapembunuhan, saat konferensi pers, di Mapolres Sumedang, Jumat (15/2/2019).

Pelaku, kata kapolres, saat itu ada di dalam masjid. Sebelum shalat, pelaku kembali dulu ke rumahnya untuk membawa senjata tajam berupa kapak.

Lalu, kata kapolres, pelaku datang kembali ke masjid dan memukul kepala korban hingga tewas.

“Enam saksi sudah kami periksa. Korban terkapar itu saat shalat memasuki rakaat kedua,” tuturnya.

Kapolres mencontohkan, motif dendam yang dialami pelaku yang mengalami gangguan jiwa, berhalusinasi tinggi ini.

“Jadi contohnya itu ada orang yang melotot ke pelaku. Nah dikira pelaku melototnya itu ke dia, padahal melototnya itu tidak dengan maksud apa-apa,” ucapnya.

Kapolres menuturkan, pelaku mengalami gangguan jiwa sejak 4 tahun lalu.

Motif dendam pelaku, berkaitan dengan gangguan kejiwaan pelaku yang kerap berhalusinasi.

“Kata dokter spesialis kejiwaan yang sempat menangani pelaku, dia kerap berhalusinasi. Saat kejadian halusinasi itu yang muncul dan melatarbelakangi pelaku membunuh korban,” tuturnya.

Kapolres menyebutkan, selain telah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan pelaku Kurnaevi, pihaknya juga telah mengonfirmasi dokter spesialis kejiwaan asal Kecamatan Tanjungsari, Sumedang yang pernah menangani gangguan kejiwaan pelaku. Yakni dr. Edi, Sp. KJ.

Kapolres menambahkan, setelah melakukan perbuatannya, pelaku sempat melarikan diri dan berhasil ditangkap di pemakaman umum di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

“Pelaku ditangkap Kamis malam pukul 21.00 WIB di TPU Cilayung itu. Pelaku dijerat Pasal 340 KUHPidana atau Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana. Ancaman hukuman seumur hidup,” katanya.

Di Mapolres Sumedang, Dokter Spesialis Kejiwaan dr. Edi, Sp. KJ mengakui jika dirinya sempat dua kali menangani gangguan kejiwaan pelaku Kurnaevi.

“Dia terakhir kali datang ke klinik bulan Juni 2018. Saat pertama kali berobat, dia stres berat, banyak melamun dan kerap melakukan hal di luar nalarnya sendiri,” akuinya.

Saat terakhir kali berobat pada Juni 2018 itu, kata Edi, dirinya sudah menganjurkan agar pelaku dirawat.

“Pelaku mengalami gangguan jiwa berat,” katanya.

 

 

Sumber : Warta Kota

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Dobacok saat Shalat Isya Pria dibacok shalat Isya Shalat Isya
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
BP Batam
BP Batam

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026 BP Batam

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit

2 April 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.