CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Sedikitnya, Rp 2 miliar uang jasa medis para dokter dalam kurun waktu satu tahun belum dibayarkan oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF).
Karena tak kunjung dibayarkan, puluhan dokter pun beringas. Demo pun dipilih menjadi cara terakhir untuk menyuarakan keluhan tersebut.
“Selama ini kami setia melayani kesehatan masyarakat, kenapa jasa medis pun tidak dibayar?” kata salah satu dokter yang ikut berdemo, Senin (14/8/2017) pagi.
Saat ditelusuri lebih lanjut, Direktur RSUD Embung Fatimah, dr.Gunawan Budi Santosa, menegaskan bahwa biaya yang belum dibayarkan mencapai Rp 2 miliar.
Adapun alasan penundaan tersebut, ialah karena bergantinya roda kepemimpinan antara mantan Direktur RSUD terdahulu, yakni drg. Fadillah RD. Mallarangan yang kini diduduki oleh Gunawan.
Selain itu, regulasi peraturan dalam pembayaran jasa medis disebut-sebut belum rampung. Pelunasan tuntutan tersebut dinilai sangat beresiko, jika tidak didasari oleh aturan yang jelas.
Masalah selanjutnya, ialah cukp banyak pasien yang berobat dengan jalur BPJS yang hingga kini masih diangsur pembayarannya.
“Masalah yang terakhir itu, keuangan kita (RSUD, red) sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Kepri. Jadi sangat beresiko dalam membayarkan sesuatu dalam masa-masa ini. Makanya ditunda sementara sampai semuanya jelas dan transparan,” tutur dia.
Disinggung kapan pembayaran itu akan dilakukan, Gunawan menegaskan masih menunggu sinyal dari Pemko Batam dan BPKP Kepri.
“Intinya kita tidak mau ambil risiko. Harus bertahap,” tandasnya.

