CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan membuka peluang bagi generasi muda untuk mengikuti perkemahan bernuansa religius yang dirancang sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritual.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki landasan keimanan yang kuat.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, secara langsung mengajak para pemuda asli daerah untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi yang seimbang antara kekuatan fisik dan spiritual.
“Kami mengundang para pemuda terbaik Bintan untuk bergabung. Ini adalah ikhtiar bersama dalam melahirkan generasi religius yang tangguh, baik secara lahir maupun batin,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan anak muda dengan pemahaman agama yang kuat, sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan Bintan sebagai daerah yang religius dan berperadaban.
Perkemahan tersebut disiapkan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bintan dengan berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif. Mulai dari tadabbur alam, ibadah dan muhasabah, kultum subuh, hingga kajian keislaman.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan berbasis nilai-nilai agama, kebugaran jasmani, outbound, serta pembekalan menjadi kreator konten Islami. Tak hanya itu, materi praktik seperti penyelenggaraan fardhu kifayah dan tata cara penyembelihan hewan juga akan diberikan.
Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, menjelaskan kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di Bumi Perkemahan Kwarcab Bintan, Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan.
Peserta akan bermalam di tenda yang telah disiapkan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih dekat dengan alam.
“Pelaksanaan direncanakan pada April ini. Peserta khusus untuk laki-laki (ikhwan) ber-KTP Bintan dengan rentang usia 16 hingga 30 tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, fokus peserta laki-laki dipilih karena adanya materi khusus seperti pelatihan menjadi imam dan praktik penyembelihan hewan. Namun, ke depan tidak menutup kemungkinan akan digelar kegiatan serupa untuk peserta perempuan (akhwat).
Pendaftaran telah dibuka hingga 15 April 2026 melalui tautan yang disediakan panitia. Dengan jumlah peserta terbatas, calon peserta akan melalui proses seleksi sebelum dinyatakan lolos.
Bagi peserta terpilih, panitia menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari uang transportasi, perlengkapan pelatihan, tas ransel, konsumsi harian, hingga sertifikat sebagai bentuk apresiasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Bintan yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memiliki karakter kuat dan nilai religius yang kokoh.(ndn)

