CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Permasalahan yang hampir dirasakan dan dihadapi setiap tahun, oleh masyarakat Kota Duri, Kecamatan Mandau, Riau seakan tak ada habisnya.
Terkenal dengan sumber daya minyak dan das bumi, serta hasil kelapa sawit yang melimpah. Namun Kota mungil ini seakan jauh dari kata layak, dalam kenyamanan sebuah kota.
Bukan karena infrastruktur atau layanan masyarakat yang kurang memadai. Namun karena kabut asap, hasil kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terus menghatui setiap tahunnya.

Pagi ini saja, Senin (29/8/2016) sejak pukul 07.30 WIB. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang ada didepan Kantor Camat, Mandau sudah menunjukkan kondisi udara yang sangat tidak sehat.
Belum lagi penampakan nyata, yang membiaskan udara dikota perlintasan Sumatera Utara-Sumatera Selatan itu penuh dengan kontaminasi asap.
Terlihat hampir disetiap sudut kota ini telah terpapar asap pekat, yang membuat seluruh masyarakat Duri memilih untuk berdiam didalam rumah.
Akan hal itu, Satuan Lalulintas Polres Bengkalis langsung turun gunung untuk memberi imbauan kepada masyarakat.
Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Alex Sandi Siregar yang turut hadir saat memberi imbauan menegaskan. Masyarakat diminta untuk mengenakan masker dan menyalakan lampu utama (motor) saat berkendara.
“Dengan ini, kami mintakan kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat berada atau beraktifitas diluar rumah. Selain itu, kita juga tegaskan, bagi seluruh pengendara (roda 2 dan 4) untuk menyalakan lampu utama saat berkendara,” kata Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Alex,
“Ini dimintakan, agar aman saat berkendara dan tidak terlalu banyak menghirup asap dengan mengenakan masker,” katanya lagi.
Pantauan dilapangan, kepekatan asap pagi ini terlihat tak kunjung sirna. Bahkan beberapa lampu penerangan masih terlihat dinyalakan, guna memberi efek cahaya bagi pengendara di Kota Duri.

