CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pernah kenal dan dekat dengan seorang pria tampan, namun sangat sulit memulai percakapan saat kamu berada di sampingnya? Ternyata hal itu bukan sekedar kisah fiktif belaka loh.
Sebagaimana diakui para pakar dan Psikolog, memang membenarkan bahwa kaum adam di Indonesia sangat sulit untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu terhadap lawan jenisnya.
Mengapa bisa begitu ya?
Meski jadi tampak lebih cuek dan tertutup, kaum hawa tanah air tidak boleh langsung menyebut tipe pria seperti ini adalah lelaki PHP (Pemberi Harapan Palsu, red) ya. Bisa jadi mereka memiliki alasan tertentu yang mendasarkan mengapa ia tidak memulai chating atau pembicaraan terlebih dahulu.
Dari beberapa Psikolog yang sempat dikonfirmasi menyebutkan, lelaki tipe ini tidak untuk dihindari. “Mereka punya alasan untuk tidak memulai percakapan. Mungkin takut salah, takut merusak suasana atau sedang bersama para sahabatnya,” kata dr. Ratih, S.Psi, Jumat (2/6/2017) siang.
Dia pun lebih merincikan beberapa faktor yang membuat sang pria idola lebih pasif, diantaranya:
Takut Merusak Suasana Karena Salah ‘Kata’
Jangan salah, tidak semua laki-laki pintar merangkai kata. Banyak diantaranya bahkan takut salah mengucapkan kata-kata yang akhirnya hanya merusak suasana.
Tak hanya itu, ternyata banyak pula kaum lelaki yang tak mampu berkata-kata sangking tertariknya dengan seorang wanita idaman. Di titik inilah wanita harus lebih peka dan hendaknya memulai percakapan terlebih dahulu.
Takut Mengganggu
Terkadang, kebanyakan laki-laki berpikir, jika ia terlalu sering memulai percakapan dengan lawan jenisnya terlebih dahulu sangat berpotensi mengganggu hingga membuat sang pria malah akan dijauhi.
Hal ini terjadi karena pria tidak bisa menentukan apakah ia terlalu agresif atau tidak. Ada baiknya kaum hawa yang memberikan kode-kode tertentu dengan berkata padanya atau mengimbaunya untuk memulai percakapan pertama dengan kamu.
Terlalu Banyak Berpikir
Yuhu.. Mereka (lelaki, red) terlalu banyak memikirkan bagaimana caranya memulai percakapan dan akhirnya hanya membuat keheningan yang tak kunjung berujung sampai kapanpun.
Keseringan Menunda
Salah satu kebiasaan laki-laki yang aneh adalah menunda. Memang tidak semua, namun keanehan ini sungguh bisa menghambat kedekatan antar sejoli. Dalam hal ini, kamu (wanita) harus lebih peka dan mau mengingatkan.
Jika terlalu sering dibiarkan dengan kebiasaan tersebut, suasana kedekatan yang semula mesra dapat seketika berubah menjadi ‘perang dingin’ lho. Oleh karenanya, segeralah saling mengingatkan untuk lebih meningkatkan kedekatan.
Sedang Bersama Ibunya
Ada istilah mengatakan, anak lelaki akan bermanja kepada ibu dan anak perempuan hanya akan mengadu kepada ayah.
Hal ini juga terkadang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pria sangat tidak mengetahui bagaimana caranya memulai percakapan.
Saat dengan sang ibu, hanya sekedar menanyakan hal-hal sederhana pun tak lagi sanggup dilakukan kebanyakan pria. Sayangnya, dalam kondisi ini sangat banyak kaum hawa yang tersulut emosi dan akhirnya menyampaikan pesan berbau ‘Tidak Punya Waktu’.
Jika demikian, jangan terlalu cepat panik dan mengambil langkah taktis yang buntu. Lebih baik menunggu dan memberikan priamu ruang dan waktu bersama ibunya.
Keasyikan Bekerja
Pria dewasa akan semakin sering menghabiskan waktunya di kantor, lapangan dan spot-spot lainnya untuk bekerja.
Parahnya, pria merupakan makhluk yang paling ingin mendedikasikan hidupnya untuk sebuah kepercayaan dan totalitas.
Tak jarang, banyak pasangan yang berselisih paham hanya karena sang pria terlalu sibuk bekerja. Salahkah? Jelas.
Totalitas yang dilaksanakannya hanya untuk bekerja memang sangat dibanggakan, namun hal ini pula yang akhirnya disayangkan sekali. “Karena itu, lebih baik wanita mengingatkan agar lebih menjaga waktu untuk berdua,” kata dr. Ratih lagi.
“Totalitas boleh, tapi jangan sampai melupakan lingkungan sekitar yang masih membutuhkan perhatian. Termasuk para Juliet yang menantikan ketersediaan waktu sang Romeo,” tuturnya.
Hal yang tak kalah kebenarannya, hingga menjadikan pria terkesan sulit memulai percakapan ialah saat seorang pria berolah-raga, berkendara atau sedang menerima tamu atau berbicara dengan sanak-saudara. Tak sedikit pula kaum pria yang mengaku menjaga sikap hingga enggan memulai percakapan, serta masih banyak hal lainnya.
“Intinya saling mengingatkan saja. Jangan biarkan kondisi semakin hening,” tandas dr. Ratih.

