CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Petugas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperidagkop UKM), Bintan, Setia Kurniawan mengakui mengetahui harga cabe di wilayah Bintan tidak sama.
Ia menjelaskan, saat melakukan sidak bersama Kanit intel Polres Bintan kemarin (3/12), pihaknya menemukan perbedaan harga signifikasi antara harga cabe di Bintan Utara (Binut), Kijang dengan Bintan Timur (Bintim), Uban.
“Kemarin kami telah melakukan sidak bersama kanit intel Polres Bintan hingga jam dua dini hari (4/12). Kami menemukan harga cabe di Bintan mencapi Rp 120 per kilogram. Sedang di Uban masih normal,” ujar Setia Kurniawan melalui sambungan telpon, Senin (4/12).
Pada saat melakukan sidak, lanjutnya, pihaknya langsung mengecam penjual cabe diluar kewajaran. “Setiap pedagang yang kami temukan dilapangan menjual harga cabe diluar kewajaran, kami langsung tegur. Mungkin itu sebabnya hari ini mereka turunkan menjadi Rp 80 ribu per kilonya,” katanya.
Lebih lanjut ia menegaskan, apabila kedepan ia menemukan pedagang yang menjual cabe diatas harga yang telah ditetapkan yaitu kisaran Rp 50 ribuan per kilogramnya akan ditindak. “Sampaikan ke para pedagang, kami mengawasi mereka. Kalau mereka masih main-main dengan harga, akan kami tuntut,” tegasnya.
Dari keterangan baik konsumen maupun pedagang, harga cabe melambung tinggi karena kekurangan stock. Selain itu, kenaikan ini juga disebut-sebut karena bencana alam di Jawa. Sehigga pengiriman cabe dari luar Kepri berkurang.
“Kami awasi mereka! Ingatkan mereka bahwa kami tau gerak-gerik mereka (pedagang cabe nakal). Kami sekarang saat ini bekerja keras mengecek semua stok cabe. Dan kalau kami temukan stok cabe masih ada, siap-siap tuntutan 5 tahun penjara dan denda hingga puluhan juta. Ada undang-udangnya itu,” ancam Setia.
Masih kata Setia Kurniawan, agar harga cabe di wilayah Bintan tidak berbeda-beda, pihaknya telah memberikan tegang waktu hingga hari ini kepada pedagang di Kijang. “Kita sudah sampaikan pada pedagang paling lama besok (5/12) harga cabe di Kijang harus sama dengan di Uban. Jika tidak siap-siap kami tuntut,” tutupnya (Ndn).

