CENTRALBATAM.CO,ID, ANAMBAS — Malam perayaan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kabupaten Kepulauan Anambas berlangsung meriah dengan digelarnya Lomba Tari Tradisional di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Senin (24/11/2025).
Ajang tersebut diikuti perwakilan PGRI dari seluruh kecamatan. Setiap tim diwajibkan menampilkan dua tarian yang sama, yakni Lenggang Patah Sembilan dan Mak Inang Pulau Kampai. Penyeragaman jenis tarian ini menjadi standar penilaian agar juri dapat memberikan penilaian yang objektif dari segi teknik, kekompakan, hingga kemampuan menginterpretasikan setiap gerakan.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa usia 80 tahun PGRI merupakan simbol kematangan organisasi sekaligus bukti kontribusi guru dalam memajukan pendidikan nasional.
“Peringatan HUT PGRI dan HGN setiap tahun adalah bentuk penghormatan kita kepada guru—pilar utama pembentuk karakter dan intelektual generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Bupati Aneng juga menyampaikan bahwa lomba tari ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana penting melestarikan kekayaan budaya daerah melalui peran aktif para guru.
“Kami berharap para guru tidak hanya meramaikan acara, tetapi turut menanamkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai luhur dalam seni tari tradisional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa seni tari merupakan media pembelajaran efektif dalam menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya, terlebih bila diajarkan oleh guru yang kreatif dan inovatif.
Kepada para peserta, Bupati memberikan semangat agar tampil percaya diri dan menjunjung sportivitas.
“Menang atau kalah bagian dari perlombaan. Namun nilai budaya dan proses latihan jauh lebih berharga dari sekadar gelar juara,” pesannya.
Ia juga meminta dewan juri untuk menilai secara profesional, teliti, dan adil demi menjaga kredibilitas lomba.
Apresiasi turut disampaikan kepada panitia PGRI Anambas serta pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini.
Usai pembukaan, penampilan demi penampilan tersaji bergiliran. Sorak penonton dan tepuk tangan meriah mengiringi tiap kelompok guru yang tampil penuh totalitas dengan gerakan rapi, selaras, dan mencerminkan nuansa Melayu yang kental.
Lomba berjalan lancar hingga akhir. Para pemenang dijadwalkan diumumkan pada puncak peringatan HUT PGRI dan HGN yang digelar keesokan paginya di lokasi yang sama.(asy)

