CENTRAKBATAM.CO.ID, BINTAN –Aktifitas para penambang illegal di Kabtupaten Bintan semakin liar. Pasalnya, para penambang itu secara terang-terangan menambang disiang hari.
Berdasarkan pantauan dilapangan, selama sebukan terakhir sejumlah lori dan penambang keluar masuk area mengangkut pasir dengan cepat dan dkketahui oleh aparat setemoat. Dari radius beberapa meter, tampak sejumlah penambang aktif melakukan penyedotan pasir di area sekiar kubangan.
Kubangan di sekitar pun makin lebar dan dalam tak ubahnya danau yang sambung menyambung menjadi satu. Pemuda setempat pun menyoroti hal itu.
Redin, pemuda setempat mengatakan, bahkan aktifitas tambang pasir liar alias ilegal tak mengenal lagi waktu. Malam pun aktifitas itu terus berjalan. Kerusakan lingkungan dampak aktifitas liar tersebut sungguh menghkawatirkan warga. Kubangan maut berderet menghiasi jalan terusan sepanjang Galang Batang menuju Keluarahan Sungai Lekop ย Kecamatan Bintan Timur.
“Rasa rasanya tak mengenal lagi waktu, malam pun tetap operasi. Tanah tanah di sini sudah jadi kawah danau yang dalam,”kata Redin geram.
Kegeraman ย tak hanya diakibatkan kerusakan lingkungan yang masif. Namun seperti tak adanya tindakakan untuk menghentikan aktifitas liar tersebut. ย “Ada kesan hal ini seperti dibiarkan. Ini membuat kita bertanya tanya, ada apa sebenarnya “kata Redin.
Ia menambahkan, keberadaan para penambang pasir itu sangat meresahkan. Sebab jika dibiarkab akan berdampaka pada keberlangsungan ekosistem sekitar.
Awalnya, gencarnya penambangan pasir ilegal sempat terhenti saat aparat kepolisian rajin berpatroli. Namun entah mengapa kini kembali marak.
Ditemlat terpisah, Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal, mengatakan, pihaknya telah memetakan area area penambangan pasir ilegal. Polsek kata dia akan meningkatkan patroli rutin di sekitar area. “Tadi kita patroli, dan akan terus berpatroli menidak tegas aktifitas tambang liar itu,”kata Hendrial.
Masyarakat juga kata Hendrial diminta pro aktif melaporkan aktifitas tambang ilegal yang masih ada jika sudah dirasakan sangat meresahkan. Kerjasama dengan masyarakat setempat dapat membuat penindakan terhadap itu lebih mudah.
Hendrial mengatakan, sebenarnya masalah tambang pasir ilegal selama ini juga dilema. Di satu sisi aktifitas itu merugikan, namun di satu sisi, aktifitas itu menjadi tumpuan nafkah sebagian warga sehingga sulit sekali diberantas. “Ada yang menjadikan itu sebagai tumpuan perut mereka. Mereka mencari kehidupan dari itu. Itu dilemanya,”kata Hendrial.

