CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Kementerian Kesehatan (Kemenkes)akan menambah beberapa jenis vaksin untuk masuk dalam program nasional imunisasi dasar lengkap secara bertahap.
Ketiga vaksin itu adalah Measles Rubella (MR), vaksin Pneumococcus, vaksin Human Papillomavirus (HPV) dan Japanese Encephalitis (JE).
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, M. Subuh, mengatakan vaksin MR nantinya akan menggantikan vaksin campak dan MMR yang sudah lama kosong.
Vaksin MR sudah diberikan pada 2017 dan akan bertahap sebelum sepenuhnya masuk dalam program imunisasi nasional.
Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.
Imunisasi JE diberikan untuk melindungi dari radang otak karena infeksi virus Japanese Ensefalitis.
Sementara imunisasi Pneumokokus diberikan untuk melindungi anak-anak dari radang paru karena infeksi bakteri pneumokokus.
Pelaksanaan kampanye vaksin MR akan menyasar anak usia 9 bulan sampai 15 tahun dan kemudian diikuti dengan pengenalan (introduksi) imunisasi Rubella kedalam program imunisasi nasional memakai vaksin MR menggantikan vaksin campak yang selama ini dipakai.
Introduksi vaksin MR ini diberikan pada anak umur 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD atau sederajat.
Pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam 2 fase yaitu fase 1 dilaksanakan tahun 2017 di semua Provinsi di Pulau Jawa. Fase 2 dilaksanakan di seluruh provinsi di luar pulau Jawa.
Untuk vaksin JE, kampanye dan introduksi akan di awali di Provinsi Bali (tahun 2017 2018) dan Kota Manado (tahun 2019). Imunisasi JE akan menyasar bayi usia 9 bulan. Pemberian vaksin Pnemokukus diberikan untuk bayi usia 2,3 dan 12 bulan.
Pada 2017 Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur terpilih sebagai lokasi percontohan, pada 2018 akan diperluas ke Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Pangkal Pinang, Bangka dan Bangka Tengah.
Rencananya pada 2019 diperluas lagi ke seluruh kabupaten dan kota lainnya di Provinsi NTB, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Surabaya, Gresik dan Sidoardjo.
Pada vaksin HPV bagi anak usia 9 sampai 13 tahun, DKI Jakarta telah terpilih sebagai lokasi percontohan pada 2016 dan akan diperluas di Kabupaten Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Surabaya pada tahun 2017, Kota Manado dan Kota Makassar pada 2018 dan seluruh Kabupaten dan Kota DI Yogyakarta pada 2019.
Ada pun vaksin Pneumococcus bermanfaat untuk melindungi anak-anak dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Pemberian vaksin ini juga akan dilakukan secara berkala mulai pertengahan 2017. Ketiga, yakni vaksin HPV juga akan diberikan bertahap tahun ini.(mic/ctb)

