CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG –Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau Jamhur Ismail mengatakan pemerintah menggarkan sebesar Rp 15 milliar untuk pembangunan lanjut pelabuhan bongkar muat multifungsi di Bintan Utara (Binut),Tanjunguban.
Anggaran itu katanya akan dialokasikan untuk, penimbunan dan pematangan lahan serta membuka akses jalan.
“Rencananya, akses jalan dibuka mulai dari lokasi pekerjaan pelabuhan sampai
dengan jalan sebelah lapangan bola Kampung Mentigi Tanjunguban,” ujar Ismail, Jumat (8/12).
Lebih lanjut ia menjelaskan, Pekerjaan awal menelan anggaran sebesar Rp 3,7 milliar dan akan rampung pada 13 Desember 2017 mendatang.
Agar pembangun berjalan lancar, ia mengatakan dalam dua minggu kedepan, pihaknya akan
melakukan ganti rugi lahan warga yang terkena pembangunan pelabuhan. “Sekitar lima pemilik lahan akan mendapatkan ganti rugi dari alokasi anggaran sebesar Rp 2 miliar. Dana ini dialokasikan dari apbdp tahun 2017),” sebutnya.
Proses pembangunan ini direncanakan rampung pada tahun 2019 mendatang. “Kalau masalah rampung semua, kita harap 2019 rampung. Sehingga aktifitas bongkar muat tidak perlu lagi tergantung pada pelabuhan rakyat karena selama ini menumpang di pelabuhan angkutan sungai danau dan penyeberangan Tanjunguban.
Ditanya berapa total anggaran hingga pelabuhan ini rampung, ia mengatakan antara RP 40 hingga Rp 50 milliar.
“Total anggaran diperkirakan antara Rp 40 hingga Rp 50 miliar,” ungkapnya.
Anggaran sebanyak itu katanya, tidak hanya diperuntukan untuk pembangunan pelabuhan. Fasilitas gudang, parkir dan musalah serta perkantoran juga akan dibangun.
Sementara itu, pengawas lapangan PT Dila Permata Azman mengatakan, anggaran Rp 3,7 miliar yang dialokasikan pemerintah tahun ini buat pemancangan tiang sepanjang 165 meter atau 166 keping sheet fail.
“Sebenarnya total bidang yang harus dipancang sekitar 194 meter, tetapi sesuai kontrak kita sampai dengan 165 meter atau 166 keping sheet fail saja,” pungkasnya. (Ndn)

