CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang bergerak cepat untuk mencegah terjadinya kelangkaan ayam potong di pasaran.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) setempat menyiapkan ribuan ekor ayam guna menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Upaya ini dilakukan menyusul menurunnya suplai ayam potong yang mulai dirasakan pedagang dan konsumen dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut dipicu oleh belum siapnya ayam dari peternak lokal untuk dipanen.
Kepala Disperdagin Kota Tanjungpinang, Riany, mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar ayam ternak masih berada dalam masa pertumbuhan sehingga belum dapat dipasarkan.
“Produksi belum bisa dilakukan karena ayam belum mencapai umur panen. Ini merupakan siklus normal dalam dunia peternakan,” jelas Riany, Jumat (9/1/2025).
Sebagai langkah antisipasi, Disperdagin segera melakukan koordinasi dengan perusahaan peternakan, salah satunya Japfa, untuk mengamankan pasokan ayam potong ke Tanjungpinang.
Hasil koordinasi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sekitar 6.000 ekor ayam guna menambah suplai di pasar.
Namun demikian, jumlah tersebut masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Meski belum mencukupi secara keseluruhan, langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan pasokan di pasaran,” ujarnya.
Riany menegaskan, pihaknya terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kestabilan harga agar tidak membebani masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pangan.
Selain itu, Disperdagin juga menggandeng para distributor serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengawasi distribusi dan mencegah potensi penimbunan ayam potong maupun komoditas pangan lainnya.
Pengawasan di lapangan pun dilakukan secara berkala guna memastikan stok tetap aman dan harga terkendali.
“Kami rutin turun ke pasar bersama Satgas Pangan untuk memantau langsung stok dan perkembangan harga,” tutupnya.(ndn)

