CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Penumpang yang barus saja tiba di dermaga pelabuhan domestik Sekupang dalam arus balik Idul Fitri, mengeluhkan sejumlah pria yang mengaku sebagai porter, Selasa (19/6/2018).
Seperti yang dialami Tiara penumpang MV Dumai Line 3 yang baru saja tiba dari Dumai. Dia mengaku sejumlah pria menawarkan jasa angkut barang bawaan. Pria yang mengku sebagai porter itu tidak mengenakan seragam. Bahkan memaksa mengambil barang bawaan.
“Tadi ada pria yang mengaku sebagai porter memaksa menawarkan jasanya mengangkut barang bawaan saya. Pria itu terus maksa dan memgang koper yang saya bawa. Saat ditanya kenapa tidak mengenakan seragam dan tidak ada kartu identitas, pria itu langsung marah,” kata Tiara.
Selanjutnya Tiara pun langsung mendekati porter yang mengenakan seragam. Beberapa pria yang menawarjan jasa angkut barang itu pun langsung menjauh.
“Saya langsung aja menuju porter yang mengenakan seragam. Saya tanya apakah pria yang maksa membawa koper saya, merupakan porter resmi. Dijawab oleh salah satu porter mengenakan seragam itu, bukan resmi melainkan porter liar,” ujarnya.
Hal senada juga dialami Ruslan, penumpang MV Dumai Line 1. Dia mengaku beberapa pria langsung mengambik koper bajunya saat diturunkan dari dalam fery.
“Saya langsung marah ke pria itu. Kenapa seenanknya ambil koper baju saya. Dijawab oleh pria itu, mereka mengaku sebagi porter. Setalah ditanya kenapa tidak mengenakan seragam porter pelabuhan. Pria itu malah marah. Saya pun balik marah dan melaporkan ke anggota TNI AL yang saat itu mengatur penumpang turun dari kapal,” katanya.
Sementara beberapa pria yang mengaku porter saat ditemui, mengaku sudah meminta izin kepada porter resmi pelabuhan. Sejumlah pria itu beralasan hanya membantu porter resmi mengakut barang bawaan penumpang yang turun dari kapal.
“Kami hanya bantu saja abang-abang porter. Karena penumpang yang tiba di pelabuhan ramai. Apalagi dari Dumai. Cukup ramai penumpangnya. Kalau tidak mau diangkut ya kami tidak paksa,” kata salah satu pria yang mengaku porter itu.

