CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Harga sembilan bahan pokok (sembako) dan kebutuhan lainnya di Batam sempat pasang. Dampaknya, masyarakat kian resah dan daya beli pun menurun drastis.
Dampak panjangnya, masyarakat bakal mengalami masa-masa sulit, hingga kelumpuhan ekonomi.
Tingginya harga kebutuhan hidup di Batam memang kerap menjadi polemik. Seringkali, harga terus mendaki mendekati hari-hari besar keagamaan dan musim liburan.
Kira-kira, apa sih yang mendalangi tidak stabilnya harga kebutuhan sehari-hari di kota industri itu?
Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zarefriadi memaparkan,โ harga-harga tersebut bervariasi dan terkadang meroket karena tidak diselaraskan dengan harga eceran tetap (HET).
“Kalau dijual dengan HET, kan standar semuanya. Rata.. Tapi kalau tidak, ya beginilah hasilnya. Warna-warni harga terjadi,” kata Zarefriadi, Rabu (24/5/2017).
Dia menambahkan, penerapan harga eceran tetap terhadap beberapa bahan pangan amat penting. Namun, tetap saja bakal terkendala dengan ketersediaan, faktor cuaca, mahalnya biaya pengiriman dan berbagai kendala lainnya.
“Kalau cuaca buruk, hasil panen terganggu. Bisa-bisa gagal panen kan. Nah, kalau sudah begitu, yakinlah harga kebutuhan pasti mahal dan HET tidak akan mampu menyeimbangkan,” ucapnya.
“(HET) Bisa saja diterapkan, tapi di saat-saat tertentu cara itu tidak akan adil bagi petani, peternak dan nelayan. Karena pasokan kebutuhan yang berasal dari mereka sangat rentan terganggu dengan gejolak cuaca dan biaya pengiriman. Jadi serba salah,” tandasnya.

