CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Salah satu rumah warga RT.04/RW.02 Desa Teluk Bakau, kecamatan Gunungkijang, Sulaeman disambar petir, senin (23/10) sekitar pukul 3.00 dini hari. Untungnya, meskipun hampir seluruh atap gubuk itu terlepas, keluarga Sulaeman hanya mengalami luka ringan.
Berdasarkan penuturan Sulaeman, ia telah mengajukan Rumah miliknya yang pantas disebut Gubuk itu sejak tahun 2004 lalu agar bantuan bedah rumah. Namun hingga Gubuk yang ditempati oleh dirinya bersama istri dan dua orang anak itu dicabik-cabik oleh petir.
“Kami sudah mengajukan RTLH sejak 2004 silam. Tapi hingga sekarang janji tinggal janji,” ujar Sulaeman.
Hal ini dikatakan Sulaeman, karena pada tahun 2016 dan 2017 lalu ia kembali didatangi oleh petugas berpakain dinas dan mengambil foto gubuk miliknya. Namun saat didatangi pada tahun 2016 janji akan direalisasikan pada tahun 2017.
“Tapi kapan hari kami kembali dijanjikan tahun 2018 setelah 2017 tidak cair,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Gunungkijang, Satrida Novykar melalui Sekcam, Sukroni membenarkan kalau pihak kecamatan pernah turun kelapangan untuk mengambil foto-foto rumah itu. Pihaknya pun mengaku sudah mengajukan ke Dinas Sosial (Dinsos) Bintan.
Berikut video kondisi gubuk Sulaema usai disambar petir
https://www.youtube.com/watch?v=RdaMJgkfbzk&feature=youtu.be
“Iya kalau tak salah kita sudah megajukan rumah itu agar dapat bantuan. Tapi tidak tau kenapa Dinsos belum juga mencairkan dananya. Padahalkan rumah itu harusnya jadi prioritas utama meihat kondisinya yang memang benar-benar tak layak,” kata Sukroni melalui telpon. (Ndn)

