CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Tidak ingin perkelahianya dileraikan, Larudi (26) bersama temannya Agus Tarnadi (34) menghajar Adi (30) lantaran mencoba meleraikan dirinya saat berkelahi dengan Ucok (26).
Kanitreskrim Polsek Bintim, Ipda Anjar saat dikonfrimasi mengataka kejadian ini berlangsung saat Larudi dan Ucok tengah asik nongkrong sambil menikmati minuman tuak didepan Wisma Rahmad, Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, kemarin (13/3) sekitar pukul 22:30.
Tak lama kemudian, Larudi dan Ucok terlibat cecok dan berujung pada perkelahian. Melihat kejadian itu, Adi mencoba melerai keduanya. Namun niat baik Adi langsung dibalas oleh Larudi dengan mendaratkan sebuah gempalan tinju ke wajah Adi.
Saat sedang asik menghujani Adi dengan pukulan, Agus datang ikut membantu Larudi memukuli Adi.
“Perkelahiannya dipicu gara-gara minuman, kedua pelaku sudah mabuk, langsung menghajar korban yang hendak melerai perkelahian,” ujar Kanitreskrim Polsek Bintan Timur Ipda Anjar Rahmad Putra, Selasa (14/3) siang.
Tak terima dipukuli begitu saja, Adi langsung melaporkan kejadian ke Mapolsek Bintan Timur. Setelah mendapat laporan korban, polisi langsung mencari tahu keberadaan kedua pelaku. Tiga jam kemudian, Larudi dan Agus berhasil diringkus di sekitar Pelabuhan Sri Bayintan Kijang.
Dia menuturkan, saat kedua pelaku hendak ditangkap, Larudi sempat melawan menggunakan obeng. Namun, polisi dengan sigap berhasil melumpuhkan pelaku. Anjar mengatakan, selama ini Larudi dan Agus sudah sering membuat keributan di Kijang. Dia membenarkan Larudi sudah tiga kali keluar masuk penjara dengan kasus berbeda. Dia menyampaikan keduanya akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.
“Larudi merupakan resedivis, terakhir masuk penjara di Bangka Belitung kasus pencurian kapal. Memang keduanya sering buat rusuh di Kijang, sudah beberapa kali dibawa ke kantor polisi,” ujar Anjar.
Di kantor polisi, Agus mengaku hanya membantu Larudi saat dipukul oleh korban. Dia menuturkan, yang memukul Adi menggunakan balok ada Larudi, sementara dia hanya membantu saja. Dia mengatakan, saat terjadi percekcokan yang berujung perkelahian, Adi tiba-tiba datang membantu Ucok.
“Kami satu meja saat minum, saya tak terima Larudi langsung dipukuli makanya bantu dia, kami yang duluan dipukuli mereka, kami langsung menghajarnya,” ujar Agus.
Larudi mengaku sudah tiga kali masuk keluar penjara. Dia menuturkan, di Kijang baru tiga bulan setelah pulang merantau dari Kalimantan, sebelumnya ditangkap di Bangka Belitung karena mencuri kapal. “Sudah tiga kali masuk penjara, kasunlsnya berkelahi dan mencuri,” ucap Larudi singkat. muhammad bunga ashab. (Ndn)

