CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG-“Mudah-mudahan bukan mobil KPK, ya pak…?” Itulah perkataan yang disampaikan Amirudin kepada A Dendi Novriadi alias Dendi Purnomo sebelum ditangkap tim Saber Polda Kepri, seperti sampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Chadafi Nasution dalam sidang dengan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (11/1/2018) sore.
Sidang dengan terdakwa A Dendi Novriadi alias Dendi Purnomo dengan agenda pembacaan dakwaan JPU itu, dipimpin Ketua Majelis Hakim Edward MP Sihalolo, dengan Hakim Anggota Corpioner SH dan Jhonny Gultom SH.
Dendi pun sempat menyampaikan kepada tim Saber Pungli Polda Kepri saat ditangkap bahwa dirinya di jebak. Dalam sidang perdana itu, Dendi didampingi tiga Penasehat Hukum (PH).
‎Dalam dakwaan JPU, awalnya Amirudin selaku Direktur perusahaan Telaga Biru mengurus dokumen untuk kegiatan Tank Cleaning ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.
Kepengurusan dokumen itu sebagai salah satu syarat perusahaan untuk dapat melaksanakan kegiatan tersebut.
‎Saat itu Amirudin hendak melengkapi adminitrasi untuk Pengurusan Dokumen atau perijinan ke Kantor DLH Kota Batam berupa Berita Acara Pengawasan (BAP) Rencana Kegiatan Tank Clearing, Kantor Syahbandar (surat pengawasan) dan Kantor Bea Cukai (surat tugas pengawasan). Dalam pengurusan tersebut dilakukan langsung oleh saksi Amirudin.
Waktu itu Amirudin berusaha mengurus surat BAP. Namun tak kunjung selesai. Untuk mempercepat proses izin tersebut, Amirudin memilih jalan pintas dengan memberikan uang Rp 25 juta dengan mengantar langsung ke rumah terdakwa Dendi.
“Saat sudah di rumah terdakwa, Amirudin (terdakwa dan disidang secara terpisah) berbicara tentang kegiatan yang bersangkutan di tempat lain di luar Batam dan juga menyampaikan laporan pekerjaan Tank Cleaning yang sedang dikerjakan sambil memperlihatkan beberapa dokumen kepada Terdakwa,” kata Jaksa Chadafi membacakan surat dakwaan.
Setelah laporan hasil pekerjaan tank cleaning dibaca oleh terdakwa, selanjutnya terdakwa mengembalikan laporan tersebut kepada saksi Amirudin dan memintanya untuk menyerahkan laporan tersebut kepada saksi Hasbi.
Saat berada di rumah terdakwa, Amirudin menyerahkan amplop berwarna putih yang bertuliskan “P Dendi” yang berisikan uang sebesar Rp 25 juta dalam bentuk pecahan uang seratus ribu sebanyak 250 lebat kepada terdakwa.
“Pak ini ada sedikit rezeki pak. Kata Amirudin saat menyerahkan uang kepada terdakwa,” ujar Chadafi.
Terdakwapun langsung menerima dengan  tangan kananya sambil mengatakan trimakasih.
Kemudian Amirudin pamit kepada terdakwa dengan mengatakan permisi.
Namun saat itu ada mobil kijang warna abu–abu yang melintas di depan rumah terdakwa. Sehingga terdakwa sempat bertanya tentang keberadaan mobil itu. Lalu dijawab oleh Amirudin dengan bercanda.
“Mudah-mudahan bukan mobil KPK ya pak,” kata Chadafi menirukan perkataan Amirudin dalam dakwaan.
Amirudin pun menuju mobilnya yang di parkir di halaman rumah Dendi. Pada saat menyalakan mesin mobil, Amirudin didatangi beberapa orang berpakaian sipil dan menunjukan identitas Tim Saber Pungli Polda Kepri. Saat itu Amirudin ditanya apakah ada menyerahkan dan memberikan uang kepada Dendi dan diakui oleh Amirudin.
“Tim Saber Pungli Polda Kepri masuk ke rumah terdakwa dan mengetuk pintu terlebih duku. Setelah terdakwa  Dendi membuka pintu dan tim memperlihatkan surat perintah tugas kepada terdakwa Dendi Purnomo,” ujar Chadafi.
Selanjutnya, tim Saber Pungli mengatakan dari Polda Kepri sambil memperlihatkan Surat Perintah Tugas.
Dendi pun menjawab ‘ada apa ini’.
“Saya  dijebak ini’, kata Dendi saat itu dari dalam rumahnya tanpa mengizinkan tim saber untuk masuk.
Saat itu Dendi pun mengakui dan menunjukan amplop yang diserahkan Amirudin.
“Amplop itu saya simpan di baju batik di lemari pakaian kamar belakang,” kata Chadafi menirukan ucapan Dendi seperti dalam dakwaan.
Tidak lama kemudian tim Saber Pungli Polda Kepri membawa Ketua RT setempat untuk masuk ke dalam rumah terdakwa untuk menyaksikan proses pengambilan amplop yang di letakkan di kantong baju batik dalam lemari kamar bagian belakang. Kemudian dibawa ke Polda Kepri.
