CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Terusik dan semakin mengganas. Begitulah perasaan ratusan warga di Baloi Harapan Swadaya, Kecamatan Bengkong, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (8/11/2016) sore.
Sangking geramnya dengan aksi penggusuran, yang dilakukan tim eksekusi dari TNI-Polri dan beberapa pihak terkait. Warga yang ada tampak mengamuk dan melempari perumahan Glory Home dengan bom molotov.

Perumahan Glory Home sendiri, merupakan produk pengembangan PT Glory Point, pemilik lahan yang ditempati ratusan kepala keluarga (KK) di Bengkong Swadaya.
Mengira lahan tempat tinggal mereka akan dijadikan perumahan, seperti Glory Home tersebut. Maka warga langsung melempari atap rumah dengan bom molotov.
Akibatnya, sebanyak 3 unit rumah langsung terbakar hebat. Tak lama, 15 unit rumah warga yang tidak bersalah lainnya juga ikut hangus dilempari bom molotov.

Tidak hanya 18 unit rumah, ternyata kemarahan warga juga menyasar terhadap sebuah ekskavator yang tengah berupaya merobohkan pemukiman liar diatas lahan milik PT Glory Point itu.
“18 unit rumah dan 1 unit ekskavator dibakar, kerugian warga mencapai ratusan juta per masing-masing pemilik. Kerugian atas ekskavator yang dibakar warga, juga sangat memprihatinkan,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Helmy Santika, saat dikonfirmasi dilokasi penggusuran tersebut.
“Situasi masih belum kondusif,” ucapnya.
Hingga saat ini, seluruh tim eksekusi dari Marinir dan Kepolisian masih berjaga dilokasi. Sementara kobaran api yang melahap 18 unit rumah tersebut telah dipadamkan, dengan bantuan mobil pemadam kebakaran (damkar).

