CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM– Potensi ekonomi umat Islam di Batam yang berasal dari zakat saat ini baru di kisaran Rp 20an miliar per tahun. Padahal, potensinya bisa lebih di atas itu, yakni mencapai Rp 100 miliar.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Erizal Abdullah menilai, hal ini bisa terjadi lantaran masih banyak yang membayar zakat tidak lewat lembaga resmi pemerintah seperti ke Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), ataupun berzakat langsung ke ustaz atau lain sebagainya. Sehingga pembayaran zakat yang dilakukan itu tidak tercatat.
Di sisi lain, masih banyak masyarakat muslim yang belum mengerti terkait dengan penghitungan zakat profesi yang ditarik dari penghasilan, dan manfaatnya bagi masyarakat luas.
“Makanya perlu dilakukan terus sosialisasi-sosialisasi dari program Baznas, LAZ (Lembaga Amil Zakat),” kata Erizal.
Dikatakan, ada manfaat besar yang bisa didapat dari zakat ini. Karena zakat juga bisa berkontribusi untuk membantu pengentasan kemiskinan. Khususnya di Kota Batam.
“Dari zakat bisa berpartisipasi untuk membantu program bedah rumah, untuk pengentasan kemiskinan. Itu dari zakat maal, zakat profesi. Kalau zakat fitrah kan untuk konsumtif saja,” ujarnya.
Erizal mengatakan, serapan zakat dari orang berpenghasilan di Batam saat ini, masih mayoritas berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Belum banyak yang menyentuh ke pedagang, pengusaha atau pekerjaan dengan penghasilan tinggi lainnya.
“Sementara di sini kan juga ada pengusaha hotel, notaris, pengacara, gajinya juga besar. Mereka punya potensi untuk mengeluarkan zakat hartanya dari profesi,” kata Erizal.
Karena itu, Erizal memberi saran kepada pemerintah daerah untuk gencar melakukan sosialisasi.
“Kalau ada kegiatan award untuk pembayar pajak tertinggi, mungkin ini bisa diterapkan juga untuk pembayar zakat. Di momen-momen seperti itu, Baznas juga bisa dikasih kesempatan untuk melakukan sosialisasi,” ujarnya.
Sementara itu, pada Lebaran Idul Fitri 2017 lalu zakat yang berasal dari penghasilan masyarakat muslim di Kota Batam tercatat sebanyak Rp 34 miliar, pada Lebaran tahun ini angkanya mengalami peningkatan. Yakni menjadi Rp 46 miliar.

