CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Masyarakat Kelurahan Kawal, kecamatan Gunungkijang keluhkan pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), IKK Kawal. Pasalnya, kondisi air yang disalurkan ke masyarakat tidak dapat diminum.
Berdasarkan pantau centralbatam.co.id dilapangan, air yang disediakan oleh SPAM ini harus melalui penyaringan khusus agar dikonsumsi. Karena air dari SPAM itu asanya pahit karena banyak mengandung limbah daun busuk dan tanah bekas pasir. Sementara harga tiap bulan terus merangkak hingga tak masuk akal.

“Aku heran, air tak layak naik tapi kog harga terus naik. Awalnya cuma Rp 8 ribu, kemudian Rp 18 ribu, lalu bulan ketiga Rp 32 ribu,” ujar Edi Chaniago RT 02/ RW 05 kelurahan Kawal, Minggu (29/1).
Awalnya kenaikan harga selama 3 bulan beturut-turut ini masih dipahami oleh Edi, namun setelah bulan ke 4 dan bulan ke 5 naik membuat ia kesel. Karena menurutnya, kuota air yang ia pakai masih tetap sama.

“Kemudian bulan ke 4 nya harga (SPAM) naik lagi jadi Rp 83 ribu. Dan yang membuat Rp 123 ribu. Makanya saya protes dan tidak terima,” keluh Edi.
Hal senada juga diungkapkan seorang wanita warga RT 01/ RW 05 yang mengaku sempat protes kenaikan harga biaya air yang melebihi biaya beban PLN.
“Gila, masak harganya sampai melebihi beban PLN? Dan pas saya tanya mereka bilang karena meteran rusak. Lalu apakah semua warga lain juga meteran mereka rusak,” ujar Ibu rumah tangga yang minta namanya tidak disebut ini.
Lebih lanjut kedua warga ini berharap pergantian pemimpin mulai dari Kelurahan hingga Kabupaten ini dapat memperbaiki pelayan SPAM ini. Jika perlu struktural SPAM ini dapat dirubah karena aliran dan yang dipunggut dari 780 pelanggan juga tidak tahu kemana.
“Kita berharap, pemimpin dapat baru kita segera selesaikan masalah ini lah,” pungkasnya.

