CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dalam beberapa minggu terakhir, aksi penyelundupan di sekitar Kepulauan Riau (Kepri) semakin meningkat.
Hal ini tegas dibuktikan dengan penangkapan yang beberapa kali telah dilakukan oleh WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, Dit Polair Polda Kepri, hingga pada tingkatnya kian memaksa Dit Polair Mabes Polri juga turun tangan.

Mulai dari penyelundupan berbagai jenis makanan, minuman, barang-barang rumah tangga, barang elektronik, kayu olahan, kendaraan, hingga Narkotika sangat menjamur penyelundupannya.
Modusnya beragam, mulai dari merombak kapal ikan untuk mengangkut barang ilegal tersebut hingga akhirnya menggunakan kapal dorong (Tug Boat) dalam aksi penyelundupannya.

Akan hal ini, Kapolda Kepri, Brigjen Pol. Sam Budigusdian, MH turut kesal dibuatnya.
Sam mengungkap, maraknya penyelundupan di Kepri turut diperparah dengan banyaknya pelabuhan tikus atau pelabuhan gelap yang sengaja dibuka masyarakat untuk melancarkan aksinya.
“Ya, kalau tak ada pelabuhan tikus itu. Ga akan mungkin setinggi ini kasus penyelundupan di Kepri. Itu juga yang jadi masalah kita,” kata Kapolda Kepri, Sam Budigusdian.

Dikatakanya juga, baru-baru ini pihaknya berhasil mengamankan kapal-kapal penyelundup minyak dengan kerja sama WFQR Lantamal IV Tanjungpinang. Tak hanya itu, penyelundupak kayu olahan, Narkotika, berbagai produk makanan dan minuman, serta Narkotika juga berhasil diungkap.
Lagi-lagi, jalur yang dituju para pelaku ialah jalur ilegal. Yakni jalur pelabuhan tikus, yang sangat sulit diawasi oleh personel Kepolisian di Kepri.
“Bukan main, banyak kasusnya,” ucapnya.
Dengan itulah, ia bersama timnya mengaku akan semakin memperketat pengawasan dan memantau seluruh aktifitas yang ada diseluruh pelabuhan tikus di Batam.
“Kalau memang tak jelas, ya kita paksa tutup saja,” ungkapnya tegas.

