CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG-Mantan Kasat Resnarkoba Polres Bintan, AKP Dasta Analis, terdakwa dalam perkara menjual barang bukti narkoba, dituntut 11 tahun kurungan penjara oleh Jakaa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri Irisa Najeda dalam sidang yang berlangsung di Pengasilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (6/3/2018).
Dalam tuntutan itu, JPU juga menuntut terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsidee satu tahun penjara.
“Terdakwa tebukti melakukan percobaan atau permufakatan jahat, untuk melakukan tindak pidana Narkotika yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk di jual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan Tanaman, yaitu berupa sabu seberat kurang lebih 0,5 kilogram,” kata JPU Irisa Najeda membacakan amar tuntutan.
Sementara itu, tiga terdakwa polisi lainya dalam perkara yang sama juga dituntut JPU dengan tuntutan berbeda, seperti terdakwa Indra Wijaya, Tomi  Adriadi Silitongan dan Joko Arifonto yang merupakan mantan anggota Dasta Analis di Satnarkoba Polres Bintan.
“Menyatakan terdakwa Indra Wijaya dengan kurungan penjara 9 tahun dendan 1 miliar subsider 1 tahun penjara,” kata JPU.
‎Dua terdakwa lainya Tomi Adriadi Silitonga dan Joko Arifonto dituntut kurungan penjara 8 tahun. Selain itu keduanya juga dikenakan denda 1 miliar dengan subsider 1 tahun penjara. Empat orang terdakwa ini pun sepakat untuk mengajukan pledoi pada persidangan yang akan digelar pada Selasa (13/3/2018).
