CENTRALBATAM.CO,ID, BATAM-Kepri termasuk provinsi yang paling banyak mendapat laporan atau aduan masyarakat terkait pemberitaan di Dewan Pers. Bahkan posisinya menempati lima besar secara nasional. Dengan rata-rata laporan mencapai 30 pelaporan dalam setahun.
“Kepri ini salah satu daerah yang paling banyak medianya. Terutama online. Kepri juga paling banyak media yang nakut-nakutin,” kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.
Ia pernah berkunjung ke Tanjung Balai Karimun dan melihat langsung fenomena banyaknya media di sana. Dikatakan, meski jumlah penduduk di Karimun berkisar 172 ribu. Namun jumlah media di sana terbilang fantastis, ada 500 media.
“Saya pernah ikut suatu kegiatan di Karimun. Yang diundang 30 wartawan. Tapi yang datang 500 orang. Tahu ujung-ujungnya apa? Persoalan apa mereka semua wartawan, ada medianya saja, kita tidak tahu,” ujarnya.
Yosep mengaku belum punya data, berapa jumlah media di Kepri yang sudah terverifikasi di Dewan Pers. Secara umum, dari data ada 47 ribu media di Indonesia, baik konvensional maupun media baru. Namun dari jumlah itu, hanya sedikit di antaranya yang sudah terverifikasi di Dewan Pers.
Dari Dewan Pers sendiri tidak bisa melarang seseorang untuk membuat media. Apalagi hak ini diatur di dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999. Meski begitu Dewan Pers tetap membuat standar baku untuk perusahaan pers.
“Dari jumlah itu, sekitar 80 persennya kami yakin bukan perusahaan pers. Kami saat ini sedang melakukan verifikasi perusahaan pers,” kata Yosep.
Targetnya, semua media yang menjalankan kegiatan jurnalistik di Indonesia, harus terverifikasi pada akhir 2018. Saat ini Dewan Pers juga sedang berkeliling ke 34 provinsi di Indonesia berkaitan dengan verifikasi tersebut.
“Jadi gunakan momen ini. Karena kalau tak terverifikasi, bukan bagian dari komunitas pers,” ujarnya.
Yosep mengatakan, semua orang boleh menjadi wartawan. Namun tak semuanya punya latarbelakang jurnalistik untuk membuat berita.
“Kalau memang mau jadi wartawan. Silakan ikut uji kompetensi di organisasi wartawan. Ada pendidikannya,” kata Yosep.

