CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kepala Bidang Badan Karantina Kementrian Pertanian RI, Rina menanam manggrove diatas bekas limbah hitam di Desa Berakit.
Ditanya apakah manggrove yang telah ditanam itu dapat bertahan lama karena limbah minyak, ia mengakui tidak semua manggrove itu bertahan lama.
“Walaupun semua tidak mati, tapi akan berkurang (karena limbah),” ujar Rina disela-sela acara penanaman Mangrove di Desa Berakit, Selasa (23/5).
Rina menjelaskan, terkait masalah limbah minyak tersebut ia telah mendiskusikan bersama Kadis Dinas Kelautan dan Perikan (DKP) Bintan.
Dari hasil diskusi itu katanya, ia akan melanjutkan ke kementrian DKP RI.
“Nanti akan saya sampaikan ke kementrian DKP,” tambahnya.
Lebih lanjut Rina mengatakan, untuk masalah limbah yang ada saat ini, ia telah meminta Kadis DKP, Fachrisyam agar mengajukan dan CSR kepada perusahaan yang ada di Bintan. Tujuannya, untuk membersihkan sisa sisa limbah minyak itu.
“Jadi itu tadi, kalau masalah agar kedepan (limbah) tidak lagi datang ke Bintan, kita akan diskusikan kepada kementrian DKP. Sedangkan untuk sisa limbah yang saat ini masih mencemari pantai, saya sudah minta Kadis DKP untuk mengajukan dana CSR untuk pembersihanya.
Ditempat yang sama, Kadis DKP Bintan, Fachrisyam saat dikonfirmasi mengatakan pihak akan mengajukan CSR sesuai saran kementrian DKP.
“Insya allah, dalam waktu dekat akan kita ajukan kepada perusahaan yang ada di Bintan dana CSR untuk pembersihan pantai ini,” kata Fachrim.
Setelah dana CSR itu nantinya cair, lanjut Fachrim, pihaknya langsung membersihkan sisa limbah agar manggrove yang telah ditanam dapat tumbuh subur. (Ndn)

