CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kelurahan Toapaya Asri berhasil mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program pelatihan bahasa Inggris selama 20 kali pertemuan.
Hal ini terungkap saat penutupan bahasa pelatihan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Topaya Asri, Rabu (21/8/2019) sore. Dimana salah satu murid didik atas nama Yandi menunjukan kemampuanya dalam menggunakan bahasa Inggris sehari-hari.
“I love to use English as my daily language. But I have difficulties to practice it cause none friend who can join me speak. And the result I’m not very good at all,” ujar Yandi menjawab Nara sumber, Setianus Zai terkait kesulitan dalam mempraktekkan bahasa Inggris,

Lebih lanjut Yandi mengatakan meskipun ia tidak begitu mahir dalam menggunakan bahasa Inggris, namun berkat platihan yang diadakan oleh Keluarahan ia mampu meningkatkan kemampuan dalam bahasa Inggris.
“Thank for pak Lurah, and also thank you very much to the Regent of Bintan, pak Apri Sujadi and those who had support this training,” sebutnya.
Termotivasi dalam mengembangkan bahasa Inggris, Yandi mengaku memilih melanjutkan kuliah di Umrah jurusan bahasa Inggris. Sehingga ilmu yang didapat kedepan bisa dibagi-bagi kegenerasi berikutnya.
Lurah Toapaya Asri, Nepy Purwanto dalam sambutanya menyampaikan berharapan setelah pelathian itu selesai. Kata Nepy, semoga dengan keahlian warganya dalam berbahasa Inggris mampu berkonstribus dalam pembangunan Bintan.
“Tidak bisa dipungkiri bahasa sebagai salah satu tempat tujuan wisatawan asing, Bintan memerlukan keahlian dalam berbahasa dunia yaitu bahasa Inggris. Nah, mengingat Bintan kita ini adalah salah satu tempat kunjungan wisata, semoga keahlian yang diperoleh melalui palatihan ini dapat memberikan effek positive,” kata Nepy.

Meskipun pelatihan telah selesai, namun Nepy mengatakan tugas dalam mengembangkan keahlian masayarakat setempat belum berakhir. Untuk itu ia mengaku ingin mengadakan pelatihan ini minimal setahun.
“Masih ada adik-adik kita yang duduk di bangku SD, SMP dan SMU. Untuk itu, kedepan kita harap bisa memberdayakan mereka yang telah memiliki kemampuan ini agar dapat menyalurkan kemampuan mereka pada generasi berikutnya,” sebut Nepy.
Musringah salah satu narasumber pelatihan dalam kesempatan itu mengatakan bahasa di dunia ini memang banyak. Hanya saja mengingat bahasa Inggris ini adalah bahasa internasional, sudah sewajarnya generasi millinial dan masyarakat tempat tujuan wisata mampu berbahasa Inggris.
“Dan demi bisa mahir dalam bahasa Inggris, saya menyempatkan mengikut program English Business di Singapura selama 2,5 tahun di Singapor. Di sana saya diajari langsung oleh Native Speaker,” ujarnya.
Berkat keahlian dalam bahasa Inggris, lanjutnya, ia bisa menawarkan kerjasama dengan orang asing langsung melalui home industry dari up cycle product.
“Jadi dengan kemampuan bahasa Inggris, banyak yang bisa kita lakukan di dunia ini. Karena bahasa inggris bukan hanya jendela dunia, tapi bahasa ini adalah jembatan dunia,” sebutnya.
Salah satu pekerjaan paling mudah dengan gaji yang memadai adalah industry pariwisata. Hal ini diungkapkan oleh Narasumber, Setianus Zai.
Pria yang pernah bekerja di Hotel Movenpick di Arab itu mengaku karir hingga manajer bisa didapat karena kemampuan bahasa Inggris.
“Bekerja di industri pariwisata adalah hal paling mudah. Dimana jabatan dan uang di sana paling mudah naik asalkan mampu bahasa Inggris,” sebutnya.
Melalui pengalaman yang capai, karir manajer di Hotel atau restaurant bisa didapat tidak hanya dari gelar,. “Tapi kemampuan dalam berkomunisi lah yang paling utama. Dan harapan saya, semoga kemampuannya diasah terus,” pungkasnya. (Ndn)

