CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Biasanya minyak limbah hitam datang setiap musim angin utara kesepanjang pantai Trikora. Namun kali ini meskipun angin utara telah berlalu, limbah minyak hitam atau sludge oil itu mengotori wilayah pantai dari desa kawasan Berakit 3 dan Berakit 4.
Akibat limbah ini membuat nelayan enggan turun kelaut. Pasalnya setiap 100 meter mereka menemukan beberapa gumpalan minyak yang membuat kapal mereka hitam. Selain itu, mereka juga enggan menebar jaring karena jaring mereka cepat rusak.
“Biasanya setiap angin utara baru limbah ini datang. Ini kog tidak ada yang mebawa datang tiba-tiba,” ujar Anton salah satu nelayan setempat, Senin (10/4).
Ia menambahkan, akibat limbah ini nelayan susah menangkap ikan dan membuat pendapatan mereka hilang.
“Sejak beberapa hari, kami sudah tidak laut karena ikan juga susah ditangkap. Jadi dapur terpaksa tak berasap lah,” jelasnya.
Limbah minyak ini diduga sengaja dibuang oleh kapal-kapal asing ke wilayah Indonesia pada malam hari. Sementara Pemkab Bintan mengatakan tidak bisa mengatasi hal ini karena masalah teritori.
“Kita berharap dari Kementrian dapat membantu kita mengawasi limbah ini. Karena Pemkab tidak memiliki wewenang diperbatasan kelautan,” ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi saat ditanyai pendapatnya saat limbah yang sama datang beberapa waktu lalu. (Ndn).

