CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Tepat satu minggu jelang hari raya Haji, atau kerap disebut Idul Adha yang diperingati pada Senin (12/9/2016) mendatang. Penjualan ‘Limosin’, si sapi raksasa kian merosok.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Supriyanto, salah seorang penjual hewan (ternak) kurban diwilayah Tanjung Riau, Batu Aji, Batam.
Dia yang telah menggarap usaha dibidang penjualan hewan kurban sejak bertahun-tahun lalu ini menegaskan, bahwa penjualan hewan ditempatnya kian menurun. Termasuk untuk jenis hewan kurban sapi limosin.
“Dibandingkan tahun lalu, jelas ada penurunan. Penjualan merosok sekitar 20-30 persen,” kata Supriyanto, penjual hewan kurban.
Adapun hewan yang berhasil ia jual dalam beberapa hari lalu, hanya sekitar 42 ekor saja. Sementara, tahun 2015 lalu ia bisa menjual lebih dari 50 ekor sapi limosin.
“Memang benar, tahun lalu lebih 50 ekor terjual. Namun sampai hari ini, seminggu jelang idul adha, hanya 42 ekor yang sudah terjual. Makanya agak merosok,” ucapnya.

Penurunan penjualan ini, dinilainya sebagai dampak dari keterpurukan ekonomi masyarakat dan pengusaha yang ada di Batam.
“Beberapa tahun lalu itu, banyak. Sampai saya kebanjiran orderan, tapi tahun ini itu semuanya merosok. Mungkin itu pengaruh dari kesulitan ekonomi dan banyak juga perusahaan yang gulung tikar,” ujarnya.
Sapi limosin sendiri, adalah sapi yang pertama kali dikembangkan di Perancis. Sapi limousin (limosin, red) merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dari sapi simmental.
Sapi limousin memiliki bulu berwarna coklat tua, kecuali di sekitar ambing berwarna putih serta lutut kebawah dan sekitar mata berwarna lebih muda.
Bentuk tubuh sapi jenis ini adalah besar, panjang, padat dan kompak. Keunggulan dari sapi jenis ini yaitu pertumbuhan badannya yang sangat cepat dan berotot baik.
Supriyanto menambahkan, harga sapi limosin per ekornya dibanderol mulai dari Rp 37 juta sampai dengan 50 juta lebih. Harga ini dipatok, tergantung dari bobot sapi yang tersedia.
“Untuk sapi limosin timbangan (hidup) 500 kilogram, dijual Rp 37 juta. Sementara ada yang pernah kita jual dengan bobot 700 Kg, dengan harga Rp 45 juta,” bebernya.
Selain itu, ia juga menjual sapi lokal dengan harga dan timbangan bervariasi. Mulai dari timbangan 300 Kg hingga lebih berat lagi, untuk harga juga disesuaikan dengan beratnya bobot sapi yang dijual.

“Ya, ada yang Rp 30 jutaan. Sampai diatasnya. Selain sapi, disini juga ada Kambing,” imbuhnya.
Untuk hewan kurban jenis kambing sendiri, Supriyanto menegaskan bahwa hasil penjualannya juga mengalami penurunan.
Terdata tahun lalu, ia mampu menjual lebih dari 200 ekor kambing. Namun tahun ini, hewan kurban yang terjual hanya 150 ekor saja.
Meski menurun hasil penjualannya, ia mengaku tetap optimis untuk menjual hewan kurban menjelang idul adha Senin mendatang.
“Ya, kan masih ada seminggu lagi. Masih ada kemungkinan untuk bertambah, kita tetap optimis untuk itu,” tuturnya.

