CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Belajar dari pengalaman maraknya kecelakaan lalulintas, yang menyebabkan kerugian, serta minimnya kesadaran para penyedia jasa transportasi akan keselamatan penumpang. Membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam mengambil tindakan tegas.
Adapun tindakan yang dilakukan tersebut, mulai dari penyuluhan atau sosialisasi untuk melengkapi kendaraan dengan tabung atau racun api, serta merencanakan untuk menggandeng pihak-pihak terkait dalam penerapannya di lapangan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pencegahan dan Siap Siaga (BPBD) Kota Batam, Zulkarnain mengatakan, dewasa ini sangat sedikit pengendara khususnya roda empat yang memperlengkapi peralatan keselamatannya dengan baik.
“Khususnya racun api. Hampir tidak ada mobil ataupun bus yang melengkapi benda itu selama perjalanan. Padahal fungsinya sangat bagus dan sangat diperlukan,” kata Zulkarnain, Selasa (1/11/2016) siang.
“Jikapun ada, hanya ada 1 diantara 100 pengendara. Kalau dipresentasikan, sekitar 99 persennya tidak ada yang melengkapi racun api dalam kendaraan. Ini meliputi mobil pribadi, taxi, bus, serta sarana transportasi pariwisata,” sambungnya.
Salah satu contoh yang disebutkannya, ialah insiden terbakarnya seluruh badan bus pariwisata milik PT Nusa Jaya Indofast di Jl. Sudirman, tak jauh dari gedung perkantoran PT Adhya Tirta Batam (ATB), Baloi beberapa hari lalu.
Dalam insiden yang menghanguskan ratusan jenis barang dan uang jutaan rupiah milik sekitar 40 guru asal Ambon itu, tidak satupun ditemukan adanya racun api di dalam bus.

Saat dipertanyakan akan ketidaklengkapan peralatan keselamatan, sang supir bus yang bertuliskan Batam 168 warna putih itu hanya membungkam.
Atas hal itu, pengelola jasa transportasi di Batam tampak masih lalai dalam menjaga keselamatan penumpang. Karena itulah, BPBD Batam mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam untuk memperlengkapi setiap kendaraan (mobil) dengan racun api.
“Kita minta dilengkapi, jika perlu, kedepan kita akan gandeng Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk melakuan pengecekan langsung kelapangan. Jadi bukan sekedar imbauan kosong belaka,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan, kepada seluruh masyarakat untuk lebih peka dan saling mengingatkan dalam melengkapi racun api dalam kendaraan.

Mengingat hal yang disampaikan sangatlah bermanfaat dan diperlukan aksi nyatanya dalam mengurangi dampak dalam sebuah kecelakaan berlalulintas. Ia meminta masyarakat secara responsif menanggapinya.
“Minimal 1 sampai 2 tabung saja, jadi kalau ada korslet atau kebakaran di kendaraan, bisa dengan cepat dipadamkan. Jadi bisa meminimalisir kerugian juga, jadi manfaatnya sangat baik,” tandasnya.

