CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Beredarnya pesan akan digelarnya demo besar-besaran, untuk menolak penerapan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam, mulai hari ini, Senin (14/11/2016) sampai dengan Rabu (16/11/2016) mendatang. Membuat sejumlah pedagang dan pemilik toko di Kecamatan Batam Kota, Batam kalang kabut.
Akibatnya, kebanyakan toko memilih menutup aktifitas jual-belinya lantaran takut tokonya menjadi bulan-bulanan massa penolak UWTO.
Akan hal itu, Kapolsek Batam Kota, Kompol Arwin langsung turun lapangan. Bak pejuang yang turun gunung, untuk memantau lokasi. Kompol Arwin langsung sidak ke pasar-pasar, toko dan seluruh tempat perbelanjaan yang ada di Kecamatan Batam Kota.

Adapun maksud terjunnya Kapolsek yang baru menggantikan posisi Kompol Arif Budi, di Polsekta Batam Kota itu ditujukan untuk mengimbau seluruh pedagang agar tetap beroperasi meski demo yang dimaksudkan tetap berlangsung.
“Kita datangi satu-persatu, kita minta supaya tetap buka. Jangan terpengaruh,” kata Kompol Arwin, memberi penjelasan kepada awak media, Senin (14/11/2016) pagi.
Hampir seluruh tempat yang menjadi pusat perbelanjaan di Kecamatan itu, didatangi dengan seragam dinasnya. Seluruh pedagang yang melihat kedatangannya pun senang, karena merasa aman dari isu dan ancaman demo yang disebut-sebut bisa berujung parah itu.
“Iya, untunglah pak Kapolsek datang. Kami pedagang kecil, kalau sempat tutup, mau makan apa anak-anak dirumah?” kata Lastri, usai mendapat pengarahan dari Kompol Arwin.

Di sela-sela kesibukannya itu, Kompol Arwin menegaskan akan mengerahkan seluruh pasukannya untuk menjaga kondusifitas pusat Kota jika demo tersebut tetap dilangsungkan.
“Jika ada pengerusakan, itu pidana. Jika ada aksi membabi-buta, itu juga pidana. Ini negara hukum, maka perbuatan yang melanggar akan diganjar hukum. Kita ingat saja asas legalitasnya,” tutur Arwin.
Pantauan di lokasi, imbauan demi imbauan terus disuarakannya. Ia berharap, siklus perekonomian masyarakat di Kecamatan Batam Kota tetap lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.

