CENTRALBATAM.CO.ID, NATUNA-Tewasnya empat prajurit TNI dan 8 lainnya mengalami luka berat serta ringgan dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (17/5/2017) siang, diduga akibat malfungsi dari meriam pelontar peluru kaliber 23 mm.
“Laras itu kan ada pembatasnya. Pembatasnya itu tidak berfungsi karena mengalami kerusakan sehingga larasnya itu menjadi liar,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadipenad) Brigjen Arm Alfret Dennny Tuejeh.
Saat meriam atau kanon tipe 80 Giant Bow pelontar peluru kaliber 23 mm ditembakkan, pembatas laras tiba-tiba tidak berfungsi sehingga arah tembakan berubah.
Sejumlah anggota TNI yang berada di lokasi gladi bersih terkena tembakan.
Alhasil sejumlah anggota TNI dilaporkan tewas dan sebagaian lainnya luka-luka.
“Memang di sini ada malfungsi, mengalami kerusakan. Tapi pastinya seperti apa, kita masih sedang dalami,” ujarnya.
Berapa pastinya peluru yang dimuntahkan meriam anti serangan udara itu saat pembatas laras tiba-tiba tidak berfungsi, Kadispenad menyebut hal tersebut masih dalam penyelidikan.
Kejadian itu bermula saat gladi bersih latihan PPRC dan gladi bersih pengamanan RI 1 di Aula Kartika dan Tanjung Datuk Teluk Buton. Gladi dimulai pukul 10.00 WIB.
Pada saat latihan dimulai pukul 10.21 WIB, drone melintas di atas kanon Type 80 Giant Bow kaliber 23mmStelling. Masing-masing penembak yang siap di belakang kanon mulai melakukan penembakan.
Namun, pucuk 8 diduga mengalami los kendali pada penyekat kiri yang mengakibatkan penembak tidak dapat mengendalikan pucuknya.
Diduga, moncong meriam tidak terkendali dan membabat ke arah sekitarnya. Dari kejadian tersebut mengakibatkan 12 korban jiwa, 4 meninggal dunia, 6 luka berat, dan 2 orang luka ringan. Korban kecelakaan berasal dari Satuan Yon Arhanud I Kostrad.
Meskipun dalam peristiwa ini ada korban meninggal dunia dan luka-luka, pelaksanaan operasi latihan ini tetap akan dilanjutkan. Rencananya latihan PPRC akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh Panglima TNI.
Latihan PPRC besar ini direncakan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 19 Mei 2017.
Personel TNI yang dilibatkan sekitar lebih kurang 5.900 prajurit TNI baik Penyelanggara maupun Pelaku Latihan PPRC TNI.
Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dikerahkan dalam Latihan PPRC TNI ini melibatkan tiga Angkatan antara lain, TNI AD 15 unit Multi Kaliber Roket Astros, 6 unit Meriam 155 Cesar, 6 unit Meriam 76, dan 9 unit Giant Bow Arhanud, 2 Unit Heli Kopter MI 17.
Selain itu, 2 unit Helikopter MI 35, 10 unit Helikopter Bell 412, 18 unit MBT Leopard, 1 unit Recovery Tank, 1 unit Tank Avlb, 20 unit MI 13, 14 unit Tank Marder, 10 Sea Rider, 3 unit Panser Anoa Mo, serta 1 unit Panser Anoa Ko.
Dilibatkan pula 10 unit Jet Ski dan 2 unit Kapal Motor Cepat (KMC). TNI AL 1 KRI Kelas Sigma, 1 KRI Kelas LPD, 1 KRI Kelas Parchim, 4 Sea Rider, 5 Tank Amfibi BMP3F, 8 Panser Amfibi BTR50 M dan TNI AU 1 FLT PTTA (Skd 51 Spo), 4 FLT BTU, 4Â FLT SUL, 9 Psw C-130, 2 Psw Cn-295, 1 Helikopter FLT Standby SAR.
