CENTRALBATAM.CO.ID, KARIMUN-Proses panjang persiapan Desa Parit, Tanjung Balai Karimun sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan akhirnya terwujud. Bersama dengan perangkat desa serta pihak Pemkab Karimun, BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) hadir di Desa Parit dalam seremonial launching desa yang berpenduduk kurang lebih 500 Kepala Keluarga (KK) itu menjadi salah satu Desa yang terpilih sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Indonesa.
Peresmian yang bertempat di Balai Desa tersebut dihadiri oleh Kadisnaker Karimun Hazmi Yuliansyah, Kepala Desa Parit Basri Muhammad beserta Seluruh perangkat Desa, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karimun Tanjung Balai Rudyanto Panjaitan dan Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang M. Kurniawan.
Rudy Panjaitan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karimun Tanjung Balai mengaku senjak terpilihnya Desa Parit sebagai Desa sadar Jaminan Sosial, berbagai kegiatan sudah dilakukan di Desa tersebut mulai dari pendataan potensi kepesertaan BPJSTK sampai edukasi manfaat program bersama perangkat desa dan masyarakat.
Bahkan pihaknya mengaku seluruh perangkat desa dan sebagian besar masyarakat sudah terdaftar menjadi peserta di BPJS Ketenagakerjaan.
Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan projek dimana sebuah desa dirancang menjadi ikon dan percontohan yang seluruh masyarakatnya benar-benar teredukasi dengan baik serta memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya perlindungan terhadap resiko sosial kepada seluruh pekerja. Baik penerima upah maupun bukan penerima upah seperti nelayan, pengemudi kapal pancung, petani, tukang ojek dan lain- lain.
“Jadi tujuannya agar BPJS Ketenagakerjaan lebih dikenal di seluruh pelosok negeri, termasuk masyarakat yang berada di pedesaan Kepulauan riau,” katanya.
Hal senada juga disampaikan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Karimun, Hazmi Yuliansyah mengatakan pemerintah daerah sangat siap mendukung program BPJS Ketenagakerjaan di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.
Dirinya juga mengklaim kurang lebih 2.700 tenaga honorer di Pemkab Karimun akan diikutsertakan menjadi peserta BPJSTK.
“Mudah-mudahan jika tidak ada halangan kartunya akan kita serahkan bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Karimun yang ke-18 pada 12 Oktober mendatang,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Parit Basri Muhammad mengatakan masyarakat sangat antusias terhadap Projek BPJSTK di desa mereka.
“Bangga desa kami bisa terpilih menjadi Desa sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kami yakin hal ini akan membawa kebaikan kepada masyarakat. Terlebih setelah kami semua telah memahami manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Sekupang, M. Kurniawan menyampaikan pekerja cukup membayarkan iuran minimal Rp 16.800 setiap bulan untuk perlindungan kecelakaan kerja dan kematian.
“Manfaat yang didapat yakni perawatan kecelakaan kerja yang tak terbatas, santunan kematian sampai dengan 48 juta dan beasiswa untuk satu orang anak,” katanya.

