CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Bagi masyarakat Bintan, visi-misi Bintan Gemilang sudah tak asing lagi. Sebab visi-misi ini merupakan gagasan Bupati dan Wakil Bupati Bintan terpilih (Apri-Dalmasri) saat kampanye tahun 2015 lalu.
“Terwujudnya Kabupaten Bintan yang Madani dan Sejahtera melalui pencapaian Bintan Gemilang, dengan melangkah maju dibidang kelautan, bidang pariwisata dan bidang kelautan melalui pengelolaan potensi ekonomi, serta good governance,” kutipan penjelasan visi-misi dari Bintan Gemilang yang diungkapkan pada tahun 2015 lalu.
Setelah dilantik setahun lebih, prospek pembangunan yang digagas oleh Pemkab Bintan justru terkesan tidak mensejahterakan warga miskin.
Berdasarkan pantauan centralbatam.co.id, di RT.04/RW.02 Desa Teluk bakau saja terdapat 2 rumah warga yang sangat memprihatinkan. Pasalnya, salah satu rumah yang lebih pantas disebut Gubuk disambar petir yang disertai angin, juga Gubuk milik Rosija (70) tidak jauh lebih bagus dari kandang kambing.
Di gubuk yang tak layak huni itu, Rosija lelaki lansia itu hanya tinggal seorang diri. Didalam rumah itu tidak ada meja atau kursi. Sehingga tiap Rosija menyantap makananya, selalu diduduk dilantai yang berlembab.
Diding gubuk derita milik Rosija ukuranya tidak lebih dari 4 x 7 meter itu hanya terbuat karung beras dan bambu serta papan rapuh. Kemudian atap yang terbuat dari daun Rumbia banyak yang bocor. Sehingga tiap hujan datang, air membajiri seluruh rumah yang tanpa kamar mandi didalam rumah itu.
“Kalau hujan saya tidak berani tidur disini. Saya terpaksa mengungsi ketempat saudara,” ujar Rosija sedih, Senin (23/10).
Lebih lanjut Rosija mengatakan, ia menetap digubuk itu sejak 6 tahun silam. Karena tak tahan dengan kondisi seperti itu, istri tercintanya terpaksa kembali ke orangtuanya.
“Dulu saya tinggal disini bersama anak istri, tapi mereka pergi karena tak tahan kondisi ini. Saya sebenarnya ingin kerja untuk memperbaiki kehidupan kami, tapi tau sendiri saya sudah setua ini,” ungkapnya.
Berikut sekilas kondisi Rumah Rosija yang diunggah di Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=jdr0l16paLg&feature=youtu.be
Iren salah satu warga kampung disana saat ditanyai apakah dirinya mengetahui bahwa bantuan sosial (bansos) Pemkab mencapai Rp 20 milliar, ia menyangkan kedua gubuk tetangganya itu terlupakan.
“Meyangkan aja, masa untuk kedua rumah ini tidak dapat sentuhan sama sekali,” kata Iren menyangkan.
Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya sebagai salah satu warga kekurangan merasa iba melihat kondisi kedua keluarga itu. Karena itu ia mengatakan jika pemerintah memang seolah menutup mata dalam hal ini, maka akan menjadi pelajaran di tahun-tahun yang akan datang.
“Saya sendiri iba. Tapi kalau pemerintah tutup mata, ya kita lihat aja kedepan,” paparnya.
Sementara Kadis Dinsos Bintan, Naharudin saat dihubungi terkait tanggapannya terhadap rumah warga ini belumbisa memberikan komentar. Nomor handphone yang bersangkut sedang tidak aktif. (Ndn)

