CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Industri perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) bisa menjadi handalan Batam nantinya.
“BP Batam berkomitmen untuk mengembangkan industri MRO sebagai industri yang menyumbangkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Batam,” kata Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam.
Dia mengatakan di saat shipyard turun, MRO bisa jadi andalan Batam. Seperti dulu elektronik turun, galangan kapal menjadi handalan. Diharapkan industri MRO ini akan berkembang.
“Kita berharap MRO bisa naik dan berkembang terus. Sehingga mejadi handalan Batam kedepan dengan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Beberapa waktu lalu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) segera membangun fasilitas MRO untuk pasar internasional dan gudang logistik untuk mendukung pengembangan perusahaan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
BP Batam dan PT GMF, anak usaha PT Garuda Indonesia, menandatangani nota kesepakatan kerjasama pembangunan perawatan pesawat di kawasan Bandara Hang Nadim tersebut.
“Kami akan membangun diatas lahan 25.000 meter persegi kawasan Hang Nadim Batam untuk mengakomodir perawatan pesawat internasional,” kata Direktur Utama PT GMF, Juliandra Nurtjahjo usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Marketing BP Batam, waktu itu.
“Kami juga menggandeng sejumlah perusahaan MRO terkemuka termasuk dari Jepang untuk menghadirkan World Class MRO di Batam,” katanya.
Dengan luas lahan kerja 25 hektare, diperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan berkisar 6-8 ribu orang.
“Diagendakan setelah lebaran Idulfitri nanti, tim GMF akan datang ke Batam untuk melakukan survei lapangan,” kata Andi.
Terpisah, Deputi III BP Batam, RC Eko Santoso Budianto mengatakan Lion Air yang sudah membangun industri MRO di kawasan Hang Nadim dengan luas lahan keseluruhan 29 hektare.
“Baru 4 heaktare yang dibagun Lion Air dari 29 heaktare. Baru sisanya tahap kedua 12 heaktaer,” katanya.
Menurutnya, Lion Air membuka dua hangar yang berfungsi untuk perawatan pesawat. Satu hangar mampu melayani hingga enam pesawat.
“Bisa terima sampai 50 peswat dalam waktu bersamaan, jika pembangunan selesai semuanya,” ujarnya.
Dengan begitu aka berpengaruh dengan kebutuhan pekerjaan di Batam. Jika semua hanggar beroperasi, bisa menarik tenaga kerja 8 sampai 10 ribu orang.

