CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA – Hingga saat ini, korban kecelakaan kapal pengangkut TKI ilegal di Johor, Malaysia, diperkirakan telah mencapai 51 orang. Jumlah ini didapati, dengan dikerahkannya tim gabungan dalam melakukan evakuasi.
Data terakhir diterima Mabes Polri, ditemukan 25 korban tewas dan 8 korban selamat di perairan Johor serta 18 korban tewas di perairan Kepulauan Riau, diduga korban kecelakaan kapal tersebut pasca-kejadian.
Demikian disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Rikwanto, Jakarta, Minggu (29/1/2017) malam.
Jumlah korban ini melebihi perkiraan sebelumnya.
Sebelumnya, kapal nahas yang berangkat dari Batam tersebut diperkirakan mengangkut 40 orang.
Rikwanto menjelaskan, 25 korban tewas penumpang kapal yang ditemukan di perairan Johor terdiri dari 17 laki-laki dan 8 perempuan.
Korban selamat terdiri dari 7 warga negara Indonesia dan seorang warga negara Malaysia.
Sementara, 18 korban tewas yang ditemukan di perairan Kepri terdiri dari 16 laki-laki dan 2 perempuan.
Sebanyak 8 delapan dari 25 korban tewas yang ditemukan di perairan Johor telah teridentifikasi dan dipulangkan ke daerah asal.
Yakni ke Kabupaten Ende dan Belu NTT, Kabupaten Sampang dan Bangkalan, Madura, serta ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Dan 3 dari 8 korban tewas yang ditemukan di perairan Kepri juga sudah teridentifikasi dan segera dipulangkan ke daerah asal.
Ketiganya yakni Zakarias Suri asal Kabupaten Malaka, NTT, Samsuri asal Tulungagung, Jawa Timur, dan Muhlip asal Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Sementara, 8 korban selamat masih di Johor untuk menjalani perawatan, termasuk guna kepentingan investigasi kasus kecelakaan kapal ini.
Rikwanto menerangkan, saat ini kepolisian Republik Indonesia bekerjasama dengan kepolisian negara Malaysia untuk mengusut kejadian ini, termasuk menyelidiki pihak sponsor yang memberangkatkan para TKI ilegal tersebut.
Hasil penyelidikan sementara, perahu pancung sepanjang 18 kaki tersebut mengangkut lebih 40 penumpang dan berangkat dari Batam dengan tujuan Johor, Malaysia, pada pekan lalu.
Diduga para penumpang di perahu tersebut adalah rombongan TKI yang hendak memasuki wilayah Johor Malaysia secara ilegal. Sedianya sudah ada pihak yang akan menampung para TKI ilegal tersebut di sana.
Namun perahu tersebut tenggelam setelah dihantam badai besar dan ombak tinggi saat memasuki perairan Tanjung Rhu, pada Senin (23/1/2017) sekitar pukul 04.30 dini hari waktu setempat.
