CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Sudah lebih sebulan jalur lalulintas di Simpang Jam, Baloi, Batam ditutup. Terhitung sejak Senin (8/5/2017), hingga sore ini Jumat (9/6/2017).
Penutupan jalan itu berlaku di jalur Batam Centre menuju ke arah Sekupang, maupun sebaliknya. Penutupan dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub), setelah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Batam dan Satlantas Polresta Barelang.
Adapun proyek yang dikerjakan, hingga memaksa harus ditutupnya akses lalulintas itu ialah ‘Fly Over’ alias jembatan layang. Pemerintah Kota (Pemko) Batam disebut bakal menamai jalur atau jembatan layang itu dengan julukan ‘Fly Over Laluan Madani’. “Ya, Laluan Madani,” tutur H. M. Rudi, Walikota Batam, beberapa saat lalu.
Kini, satu bagian jembatan layang sudah tersambung. Jalur yang tersambung yakni jalur dari arah Kepri Mall menuju Baloi. Sementara bagian lainnya masih terus dikerjakan.
Dengan tersambungnya salah satu bagian jalan itu, disebut-sebut akses lalulintas bakal dibuka kembali untuk sementara waktu.
“Pembukaan secepatnya akan dilakukan jika penurunan alat dan permukaan jalan sudah steril. Tapi sifat (pembukaan jalan) bersifat sementara, karena masih ada badan jalan lain yang akan disambung,” kata Andre Sahat Sirait, MT, pejabat pembuat komitmen dua (Batam-Galang) yang turut bertanggung jawab dalam proyek raksasa di Batam itu.

Lalu, kapan akses lalu lintas itu bakal dibuka kembali?
“Secepatnya. Agar jalan alternatif tidak terlalu padat, sementara kita buka dulu. Tapi, nanti jika mendesak, akan kembali kita tutup,” tegasnya.
Hingga sore ini, puluhan pekerja masih tampak berupaya menyelesaikan setiap pekerjaan di badan jembatan layang itu. Beberapa papan imbauan berisi kalimat ‘Hindari jalur di Simpang Jam’ pun masih terpasang di beberapa titik, untuk menghindari penumpukan kendaraan di sekitar proyek tersebut.

