CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Memasuki awal tahun 2026, masyarakat Kota Batam kembali menghadapi tekanan ekonomi akibat meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok.
Komoditas utama seperti beras dan gula tercatat mengalami kenaikan harga di pasaran, sehingga berdampak langsung terhadap daya beli, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan harga tersebut menambah beban belanja rumah tangga.
Kondisi ini terasa semakin berat karena terjadi di awal tahun, saat kebutuhan keluarga harus tetap dipenuhi di tengah keterbatasan pendapatan.
Menanggapi situasi tersebut, Artha Graha Peduli (AGP) melalui PT Makmur Elok Graha (MEG) kembali menggulirkan Program Pasar Murah sebagai langkah konkret membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial AGP yang telah berlangsung sejak 11 Desember 2025 dan digelar di berbagai wilayah Kepulauan Riau, meliputi Batam, Rempang, Galang,
Tanjungpinang, hingga Pulau Penyengat. Kehadiran pasar murah tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh warga. Ina, warga Sei Raya, mengaku kenaikan harga bahan pokok belakangan cukup memberatkan pengeluaran keluarga.
“Sekarang belanja harus benar-benar dihitung karena harga naik. Dengan adanya pasar murah ini, kebutuhan pokok masih bisa kami beli dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nek Tinah, warga Tanjung Kertang, yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Pasar Murah AGP.
“Sekarang cari uang dan makan susah, sementara kebutuhan tidak bisa ditunda. Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu dan membuat kami merasa diperhatikan,” tuturnya dengan nada haru.
Sementara itu, Saiful, warga Pasir Merah, menilai pasar murah menjadi solusi nyata di tengah kenaikan harga.
“Kalau harga naik, biasanya belanja dikurangi. Dengan pasar murah ini, kebutuhan pokok tetap bisa terpenuhi tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain,” katanya.
Izam, warga Sembulang, juga merasakan manfaat serupa. Menurutnya, kehadiran pasar murah memberi rasa lega bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga.
“Kebutuhan tidak bisa ditunda, tapi harga terus naik. Pasar murah ini sangat membantu karena ada solusi yang bisa langsung kami rasakan,” ungkapnya.
Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan Pasar Murah AGP juga dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui tim Arthakes serta pendampingan relawan AGP selama kegiatan berlangsung.
Fasilitas tambahan ini menjadi nilai lebih yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Warga pun berharap program Pasar Murah AGP dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah yang lebih luas, mengingat dampak positifnya dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok.
PIC Lapangan Pasar Murah Artha Graha Peduli dari PT Makmur Elok Graha, Raihan, menegaskan bahwa program ini dijalankan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus respons terhadap menurunnya daya beli masyarakat.
“Pasar Murah AGP bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini adalah dukungan nyata kami dalam menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, Pasar Murah AGP juga menjadi bagian dari kontribusi Artha Graha Peduli dalam mendukung upaya pemerintah menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.
Dengan memotong rantai distribusi dan menghadirkan pasar murah langsung ke tengah masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga.(bur)

