CENTRALBATAM.CO.ID, MEDAN – Aktivitas Gunung Sinabung kembali menunjukkan peningkatan, Rabu (18/1/2017) pagi, sekitar pukul 09.45 WIB tadi.
Peningkatan itu ditandai dengan terjadinya erupsi gunung api.
Berdasarkan pengamatan tim Central Batam di Tana Karo, Simalungun, Sumatera Utara, asap putih tampak membubung tinggi dari puncak Gunung Sinabung, namun tidak disertai hujan debu.
“Iya, ada awan putih yang keluar dari mulutnya) (Sinabung, red),” kata Tony, salah seorang warga.
Sebelumnya, Deri, Petugas Pos Pemantau Gunung Sinabung mengatakan, peningkatan aktivitas Gunung Sinabung bukan disebabkan gempa bumi 5,6 SR yang terjadi di Sibolangit, Deliserdang, Sumut, Senin (16/1/2017) malam.
“Erupsi pertama, pukul 06.27 WIB dan kedua pukul 08.31 WIB. Untuk erupsi kedua meluncurkan awan panas 2.000 meter ke arah tenggara timur,” ujarnya.
Pada erupsi pertama yang terjadi Selasa (17/1/2017) pukul 01.46 WIB. Erupsi kedua pukul 06.29 WIB namun tinggi kolom tidak dapat diketahui karena tertutup kabut.
Setelah itu, Sinabung kembali erupsi pukul 08.31 WIB tinggi kolom berkisar 2.100 meter.
Awan panas yang meluncur pada pukul 08.31 WIB mencapai 200 meter ke arah tenggara timur berarti menuju Desa Simacem.
Kemudian, pada pukul 12.55 WIB Gunung Sinabung kembali erupsi disertai awan panas.
Selain itu, awan panas yang meluncur pukul 12.55 WIB mencapai 2.500 meter dan kembali mengarah ke tenggara timur. Adapun tinggi kolom debu vulkanik Sinabung mencapai 2.100 meter hingga 3.000 meter.
“Erupsi ini tidak ada hubungannya dengan gempa tektonik. Jadi tidak ada pengaruh gempa dengan erupsi ini. Hanya saja, gempa mengakibatkan lava tak stabil sehingga awan panas meluncur,” katanya
