CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Tim penyidik Kejaksaan Negeri atau Kejari Batam membawa 13 dus berisi dokumen penting dalam penggeledahan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam.
Penggeledahan di RSUD Embung Fatimah Batam berlangsung selama lebih kurang 2 jam, serta selesai sekira pukul 13.25 WIB.
Tim penyidik Kejari Batam menggeledah sejumlah ruangan, mulai ruangan Direktur RSUD, bagian keuangan dan ruang arsip.
Penggeledahan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran di RSUD Embung Fatimah tahun 2016.
“Penggeledahan ini kami lakukan berdasarkan surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan pada 29 Juli 2024 dan izin dari Pengadilan Negeri Batam,” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Batam, Tohom Hasiholan, Selasa (30/7/2024)
Ia melanjutkan fokus utama dari penggeledahan ini adalah mencari dan mengumpulkan dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPj) pengelolaan anggaran tahun 2016.
“Sudah ada 30 saksi. Dari 30 orang saksi itu yang kami periksa salah satunya direktur pada saat itu tahun 2016, dokter Jennie,” tambahnya.
Selain mengamankan dokumen dan telah memeriksa 30 saksi, pihaknya tengah menunggu hasil perhitungan kerugian negsra dari BPK RI.
“Kami juga sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Berdasarkan indikasi awal, kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar miliaran Rupiah,” tambah Tohom.
Selama penggeledahan, tim penyidik hanya mengamankan dokumen-dokumen terkait yang SPj dan tidak ada alat elektronik yang diamankan.
Disinggung apa tindak lanjut setelahnya terkait penggeledahan ini, pihaknya tetap pada tahapan prosedur pengungkapan.
“Setelah penggeledahan ini yanga dilakukan kami mengumpulkan dokumen-dokumen lainnya, sambil menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari auditor BPK pusat,” sebutnya.
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Kota Batam, Selasa (30/7/2024). Penggeledahan terkait dugaan kasus korupsi yang terjadi pada tahun 2016.
Sementara Direktur RSUD Embung Fatimah, Dokter Widyajanti membenarkan adanya penggeledahan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kasus ini merupakan kasus lama dan meminta media untuk tidak membesar-besarkannya.
“Itu kasus lama, kasus 2016, jadi bukan sekarang. Pasien-pasien kita jadi tidak nyaman jadinya, ini kasus lama,” lanjutnya.
Widyajanti juga menegaskan pemeriksaan yang dilakukan Kejari Batam tidak mengganggu pelayanan di RSUD Embung Fatimah.
“Tidak, tidak, jangan sampai. Pasien itu kan ada yang sudah percaya sama kita, kita ini harapan masyarakat, kalau sudah tidak berani kemana-mana, ke Embung Fatimah lah tujuan akhirnya,” ujarnya. (dkh)
