Oleh Setianus Zai (Wartawan centralbatam.co.id, Pendiri Bintan Faceducation)
Saat ini tidak jarang kita menemui banyak lulusan Strata 1 (S1) bahkan S2 kita temui menjadi seorang pengangguran. Berbagai alasan kenapa menjadi pengangguran sering kali keluar dari bibir mereka untuk menangkis rasa malu karena takut disebut tidak memiliki kompetensi atau tidak memiliki berbagai ilmu pengetahuan.
Sah-sah saja, namanya juga manusia yang memiliki rasa, tentunya akan menjaga rasa itu ibarat calon mangsa di tengah hutan mempertahan diri dari pemangsa. Itu adalah merupakan hukum alam yang tidak susah untuk dipungkiri. Namun, alangkah disayangkan jika alasan menjadi pengguran itu dilempar kepadan pemerintah dengan alasan pemerintah tidak mampu membuka lowongan kerja.
‘Ya’ salah satu tugas utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka lapangan kerja sebesar-sebesarnya. Tapi sadarkah anda bahwa sebanyak apapun lowongan pekerja yang dibuka jika anda tidak memiliki ‘Daya tarik tersendiri’ maka mustahil anda mampu mengisi pekerjaan yang anda inginkan.
Memiliki ijazah S1,S2, S3 dan bahkan S-Teler (Sangking kebanyakan S nya) tidak akan membuatmu mampu meraih apa yang anda ingin. Meskipun hal itu (Gelar) menjadi salah satu faktor pendukung, tapi tanpa adanya daya tarik tersendiri seperti yang saya maksud dalam hal ini, mustahil anda bisa sukses meraih apapun itu yang anda inginkan.
Sebagai orang yang hobby menonton film laga Brucee Lee, saya seringkali mendengar kata-kata bijak keluar dari mulutnya. Dan salah satu yang saya terkesan adalah “Be a water” atau ‘Jadilah air’.
Kenapa sang lengendaris atau pria yang terkenal sebagai Raja Kungfu itu tidak meminta kita untuk menjadi batu atau besi yang keras? Padahal mengingat prefosinya sebagai ahli bela diri harusnya dia mengatakan ‘jadilah batu’ atau jadi lah besi yang susah untuk di pecahkan atau patahkan.
Jadilah air yang mampu menyesuaikan diri dan mengisi setiap ruang kosong dimanapun ia ditempatkan. Sebab jika batu atau besi hanya bisa mengisi setiap ruang kosong jika ia terlebih dahulu dilebur. Dan hal itupun hanya sesaat!
Menjelaskan penjang lebar mengenai ‘jadilah air’ hanya membuat anda bosa membaca tulisan ini. Dan hasilnya pun anda tidak bisa dapatkan. Dan untuk mempersingkatnya, saya ingin mengatakan jadi lah ‘Kartu Joker’ yang bisa melengkapi kartu yang kurang saat bermain kartu Remi.
Coba bayangkan jika anda seorang lulusan sarjana komputer, sedangkan disebuah perusahaan sedang mencari tenaga marketing. Hanya dua kemungkinan yang pasti saat lowongan itu dipublish. Pertama anda melamar, kedua anda abaikan karena menurut anda tidak sesuai bidang keahlian.
‘Nah’ permasalahan yang muncul adalah sampai kapan anda menunggu lowongan kerja dibidang komputer? Sebab saat ini dipastikan lulusan komputer di tanah air mencapai jutaan orang yang bisa jadi kemampuan anda mengotak-atik sistem komputer masih berada di level middle.
Anda ingin melamar sebagai tenaga marketing, sedang anda merasa itu adalah tidak memiliki keahlian dibidang itu. Dan inilah yang saya maksud, anda salah total! Anda harus jadi Joker, jadi lamar pekerjaan itu.
Bicara anda tidak memiliki keahlian dibidang itu, itu masalah belakangan. Sebab semakin banyak anda melamar dan melalui berbagai interview, semakin banyak juga keahlian dan ilmu pengetahuan yang dapatkan. Artinya jika anda diwawancari sebagai calon marketing, mustahil anda ditanyai panjang lebar mengenai komputer yang anda sudah ahli dalam hal itu.
Sedikit membahas apa saja yang ditanyakan saat interview. Yang pastinya, jika anda tidak memiliki keahlian dipekerjaan itu, maka pertanyaan yang akan muncul ‘kenapa anda melamar sebagai marketing’. Bukan menggurui, tapi tiap kali saya melamar hal baru yang bukan bidang keahlian saya, saya akan mengatakan ‘saya yakin mampu melakukan hal itu, saya ingin belajar lebih dalam mengenai hal itu (contoh bidang marketing). Dan saya ingin membuat sistem marketing baru yang belum pernah ada’. Selama ini, 90 persen cara ini berhasil, jadi percaya atau tidak, ini adalah salah nilai plus dibanding hanya mengandalakan satu bidang ilmu pengetahuan yang dimiliki saja. Sebab kondisi perusahaan yang tidak menentu membuat mereka menyukai karyawan/manager yang memiliki banyak pengetahuan.
Jadi lah joker, jika anda ingin sukses maka mulai lah mempelajari ilmu pengetahuan baru secara bersamaan memperdalam keahlian yang dimiliki. Tapi ingat, bahwa selain dari semua itu, salah satu faktor penentu kesuksesan adalah kemampuan kita berinterkasi dengan sesama. Ada perlu anda membaca buku ‘How to win friends and inffluence people’ dalam hal interaksi.
Sumber : Pengalaman selama 10 tahun sebagai Manager di berbagai perusahaan dalam dan Luar Negeri.
