CENTRALBATAM.CO.ID, SIAK – Suasana tak biasa terlihat di Pelabuhan Domestik Mangkapan, Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Satu unit mesin X-Ray yang seharusnya digunakan untuk memeriksa barang bawaan penumpang justru dimanfaatkan sebagai tempat berjualan oleh pedagang asongan.
Dalam pantauan di lokasi, terlihat salah satu pedagang perempuan duduk di samping mesin pemindai tersebut.
Di atas konveyor mesin X-Ray itu tersusun berbagai barang dagangan seperti air mineral, makanan ringan, hingga nasi bungkus.
Sebuah kotak pendingin berwarna kuning dan beberapa plastik berisi makanan juga diletakkan di atas alat pemeriksaan barang yang semestinya digunakan untuk mendukung sistem keamanan pelabuhan.
Pemandangan ini menimbulkan ironi tersendiri.
Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara dengan biaya yang tidak sedikit kini justru berubah fungsi menjadi lapak sementara bagi pedagang.
Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan pemeliharaan fasilitas di pelabuhan tersebut.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, mesin X-Ray tersebut sudah cukup lama tidak berfungsi.
Namun hingga kini belum terlihat adanya upaya perbaikan maupun penggantian dari pihak terkait, sehingga alat tersebut dibiarkan terbengkalai.
Akibatnya, keberadaan mesin yang seharusnya menjadi bagian dari sistem keamanan pelabuhan malah dimanfaatkan untuk aktivitas lain.
Salah satu warga yang berada di lokasi, Wati, mengaku heran melihat kondisi tersebut.
Menurutnya, fasilitas penting seperti alat pemeriksaan barang seharusnya dijaga dan difungsikan sebagaimana mestinya.
“Sayang sekali kalau alat yang dibeli pakai uang negara malah tidak dipakai dan dibiarkan rusak. Sekarang malah jadi tempat jualan,” ujar Wati.
Hal senada disampaikan Amir, salah satu calon penumpang yang hendak menyeberang ke Batam dari pelabuhan tersebut.
Ia menilai kondisi itu menunjukkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas pelayanan publik.
“Kalau mesin itu memang untuk keamanan penumpang, harusnya diperbaiki atau difungsikan lagi. Jangan sampai alat mahal dibiarkan rusak begitu saja,” kata Amir.
Kondisi ini menjadi sorotan bagi masyarakat yang berharap pemerintah maupun pengelola pelabuhan dapat segera mengambil langkah perbaikan.
Selain untuk menjaga fungsi fasilitas, hal tersebut juga penting agar pelayanan dan keamanan penumpang di pelabuhan tetap terjamin.(bur)

