CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Fenomena kenaikan suhu udara di Indonesia kembali memuncak, ini disebabkan gerak semu matahari yang tepat berada pada jalur sesungguhnya, yakni di garis Khatulistiwa.
Kembalinya matahari ke jalur khatulistiwa hingga menyebabkan kenaikan suhu di bumi, merupakan fenomena yang wajar dan terjadi setiap tahunnya.
Hanya saja, segelintir orang menanggapinya berlebih dan terkesan mengada-ada. Mulai dari isu pemanasan suhu yang di dramatisir, hingga dampaknya yang disebut sangan membahayakan.
Sesungguhnya, equinox tidak seburuk yang dibayangkan segelintir orang. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun. Pada puncaknya, suhu bumi bisa mencapai 40 derajat celcius (°C).
Berikut tim Central Batam menyajikan beberapa fakta menarik tentang Equinox, yang saat ini tengah melanda beberapa negara, termasuk Indonesia.
Fakta pertama: Equinox merupakan salah satu fenomena astronomi (antariksa), dimana matahari tepat melintasi garis khatulistiwa. Secara periodik, equinox berlangsung dua kali dalam setahun, yang puncaknya terjadi pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
Fakta Kedua: Saat equinox berlangsung, suhu di bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di sub-tropis bagian Utara maupun Selatan.
Fakta Ketiga: Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa
mencapai 32-36°C.
Fakta Keempat: Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat meningkatan suhu udara secara drastis dan bertahan lama.
Fakta Kelima: Selama equinox terjadi, masyarakat tak perlu mengkhawatirkan
dampak buruk, sebagaimana telah beredar dalam isu dan pemberitaan yang berkembang.
“Secara umum kondisi, cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini tengah memasuki masa atau periode transisi, atau biasa kita kenal dengan masa Pancaroba. Maka, ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan,” kata Philip Mustamu, Kepala Kantor BMKG Stasiun Hang Nadim, Batam, saat dikonfirmasi, Kamis (16/3/2017) pagi.
Dari kelima fakta terseut dijelaskan, bahwa equinox merupakan puncak perubahan cuaca yang harus disikapi positif dan tentunya menjaga daya tahan tubuh. “Yang terpenting, penuhi asupan cairan dalam tubuh dengan banyak minum air putih,” tandas Philip.

