CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Maraknya tindakan pelecehan seksual kepada siswa yang dilakukan oknum guru, mendapat sorotan dari DPRD Kota Batam. Apalagi kondisi ini hampir sering terjadi di dunia Kota Batam.
Anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menyebutkan psikotes sangat diperlukan saat penerimaan seorang guru. Apalagi, kata dia, belum pernah ada sekolah yang melakukan tes tersebut kepada guru yang diterimanya.
“Itu hal yang wajar psikotes. Belum pernah melihat sekolah melakukan tes psikotes. Kejadian ini sudah berulang. Kita sangat menyesalkan kejadian ini dilakukan oleh oknum guru. Sangat mencoreng nama guru,” ujar Udin di Loby kantor DPRD Kota Batam, Senin (9/9/2019).
Selain itu, kata dia, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam juga harus mengawasi dan memperketat penerimaan guru baik diswasta ataupun negeri. Apalagi selama ini, sekolah swasta menerima guru sendiri, setelah diterima baru dilaporkan kepada Dinas Pendidikan.
Diakuinya memang proses seleksi sekolah swasta dalam penerimaan tenaga pendidik sudah sangat baik dan harus berlatarbelakang pendidikan. Namun masih ada oknum guru yang memang memiliki penyakit perbuatan asusila.
“Kalau bukan berlatar pendidikan memang gak bisa diterima. Prosesnya sudah cukup baik dan kalaupun ada oknum guru yang begitu ini penyakit. Orang-orang seperti nyaman melakukan hal seperti itu,” tegasnya.
Udin menambahkan peranan dari KPAI itu penting supaya anak didik jangan trauma yang mendalam. Kemudian diberikan konseling dan proses hukum biar berjalan. (*)

