CENTRALBATAM.CO.ID, ANAMBAS — Harapan ratusan tenaga honorer di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai menemui titik terang setelah mereka difasilitasi audiensi bersama Komisi I DPRD dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (10/4/2025).
Pertemuan ini menjadi momen penting menyusul kejelasan proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang pertama dan penjadwalan tes untuk gelombang kedua.
Ketua Aliansi Tenaga Honorer Anambas, Rony Pardot, mengatakan pihaknya menghadiri pertemuan tersebut atas undangan resmi dari Komisi I DPRD Anambas. Audiensi bertujuan meminta kejelasan tentang nasib tenaga honorer, terutama setelah adanya kebijakan penghapusan tenaga non-ASN secara nasional.
“Kami ingin mendapatkan jawaban pasti terkait status rekan-rekan tenaga honorer dan PPPK, karena hingga kini belum ada kejelasan yang benar-benar konkret,” ujar Rony usai pertemuan.
Menurutnya, hasil audiensi memberikan sedikit kelegaan. Pemerintah daerah melalui BKPSDM memastikan bahwa proses pengangkatan PPPK gelombang pertama akan segera dilaksanakan. Sementara itu, untuk gelombang kedua, pelaksanaan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) dijadwalkan berlangsung mulai 30 April hingga 6 Mei 2025.
Komisi I DPRD, yang memiliki kewenangan dalam bidang pemerintahan, hukum, dan pelayanan publik, berkomitmen mengawal aspirasi para tenaga honorer. Wakil Ketua Komisi I, Hino Faisal, menegaskan bahwa DPRD akan terus menekan Pemkab untuk memberikan kejelasan hukum dan administratif, termasuk soal pembayaran gaji honorer selama masa transisi.
“Kami tidak ingin nasib para honorer ini digantung. Termasuk soal hak mereka, seperti gaji. Itu perlu kepastian apakah bisa dibayarkan atau tidak. Kami akan segera komunikasikan dengan pimpinan daerah,” tegas Hino.
Di sisi lain, Kepala BKPSDM Anambas, Nurgayah, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan daerah untuk menentukan status para peserta seleksi PPPK yang saat ini masih menunggu penempatan. Ia menyampaikan bahwa aspirasi yang diterima dari aliansi akan langsung dibahas bersama Bupati.
“Kami tidak tinggal diam. Semua masukan akan kami teruskan ke pimpinan agar bisa segera ada keputusan yang berpihak pada tenaga honorer,” ucap Nurgayah.
Audiensi ini juga turut dihadiri Kepala Bakesbangpol, Kepala Bagian Hukum, serta sejumlah perwakilan tenaga honorer. Pertemuan berlangsung kondusif dan penuh harapan bahwa perjuangan panjang tenaga honorer akan segera membuahkan hasil nyata.(asy)

