CENTRALBATAMBATAM.CO.ID, BINTAN -Tumpukam sampah yang dibuang begitu saja di Jalan Tirta Madu km 20 Kijang, sangat mengganggu keindahan hutan disekitarnya. Selain itu, setiap kali melewati tempat itu, bau busuk selalu menyengat hidung baik penjalan kaki maupun pengendara sepeda motor.
Meskipun demikian, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Bintan merasa itu bukan tanggungjawabya. Pasalnya, masa transisi alias mutasi yang sudah didepan mata membuat mereka tidak yakin masih berada diposisi yang sama. Dengan begitu tidak peduli apapun itu yang sedang terjadi.
“Kami tidak mau urus-urus yang begituan sekarang. Karena ini masa transisi, dan kedepan tidak tau mejabat apa, maka kami tidak urus hal itu,” ujar Kabid DKP Bintan, Musnair pada centralbatam.co.id melalui telpon, Selasa (6/12/2016).
Ia menambahkan, kalau lingkungan bersih alias tidak ada sampah berserakan maka serahkan saja pada masayarakay. “Itu urusan masyarakat, bukan kami,” singkatnya.
Masa transisi yang dimaksud Musnairi ini pun tidak hanya berefek pada ketidak peduliannya terhadap kpsampah. Bahkan saat awak media mengujungi kantor yang berada di Kantor lama camat Kijang itu, kondisi kantor sepi. Bahkan kepala DKP juga tidak berada ditempat.
Saat centralbatam mencoba menhubungi, no Telpon Kadis DKP, Raja Muhamad langsung dimatikan.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) harusnya dapat bekerja dengan semangat menjalankan tugasnya melayani masyarakat. Namun sikap yang ditunjukan oleh Kabid ini benar-benar tidak layak ditiru. Hal ini membuat warga Bintan mempertanyakan dipilihnya Musrnairi sebagai Kabid.
“Semoga pergantian (mutasi) kedepan pak Bupati bisa memilih PNS yang dapat bekerja dengan sepenuh hati. Sehingga visi misi menjadi Bintan Gemilang dapat tercapai,” ujar Heri, warga Kawal.

