CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN, -Kontrak PT Jaya Sakti Permai sebagai pemenang proyek pembangunan Jalan Lintas Barat lanjutan (1), Kabupaten Bintan (Tahap 1) (1,2 KM) melarang warga mengawasi kerjanya. Hal ini dari salah satu pengakuan warga, Nurdin yang sempat melihat papa informasi terkait proyek yang berada di Jalan Tirta Madu km 20.
Nurdin, mengatakan saat melihat papan informasi itu salah satu pria Thionghoa membentaknya dan mengusirnha agar tidak meliha papan informasi itu. Padahal, memurut Nurdin sumber dana yang digunakan untuk proyek tersebut menggunakan APBDP Kabupaten Bintan tahun 2016.
“Lah Cina itu kog malah melarang melihat informasi? Itu kan uang rakyat melalui pembayaran pajak juga,” ujar Nurdin kesel, Selasa (6/12/2016).
Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya sebenarnya tidak anti sama Cina. Namun terkadang arogansi Cina ini membuat seperti mengusir dirinya membuat masyarakat pribumi marah.
“Kita bukan anti sama Cina, cuma mereka itu arogan banget. Jangan mentang-mentang banyak uang bisa seenaknya di Indonesia. Kita anggap dia warga Indonesia kalau dia tahu sopan santun,” jelasnya.
Karena kekesalan ini pun, Nurdin memilih untuk melaporkan pada awak media terksit apa yang baru saja dialami. Dia berharap, siapapun pelaksana proyek “jangan pernah melarang masyarakay untuk mengawasi. Karena uang pemerintah yang dipakai untuk proyek merupakan uang masyakatl Dan iu alasanya masyatakat memiliki hak utuk mengawasinya,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantaun media dilapangan, pria kulit putih yang dimaksud juga sempat melarang awak media saat mengambil foto papan informasi. Dengan gaya bicaranya persis seperti hang diceritakan Nurdin, pria yang diduga kontraktor itu lagi-lagi mengusir wartawan.
“Saya tidak kenal kamu, dan kami tidak ada urusan denganmu,” ujarnya mengusir awak media.
Sikap arogan kontraktor yang juga menolak untuk diwawancara diduga sengaja ia lakukan sebagai upaya menyembunyikan sesuatu alias bermain-main dengan jumlah anggaran sebesar Rp 7,2 milliar itu.

