CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, minta Pertamina untuk kembalikan kuota premium seperti semula. Karena selama ini dengan keberadaan Petralite, masyarakat pengguna kendaraan dipaksa beralih ke jenis BBM baru. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina, Selasa (23/1/2018).
Anggota Komisi II, Idawati Nursanti mengaku tidak sepakat kuota Premium dikurangi, karena Batam belum siap untuk beralih ke Petralite.
“Bukan berarti kami tidak menerima kehadiran BBM jenis baru. Yang jelas Batam belum siap,” kata Idawati.
Begitu juga disampaikan anggota Komisi ISI DPRD Batam, lainnya. Seperti
Mukriyadi, Hendra Asman dan Dandis Rajagukguk. Semuanya minta kouta premium ditambah seperti sebelum ada kehadiran Pertalite.
Sementara Sales Executive Ritel VII Pertamina Batam, Ida Bagus Ru Adhi AW menjelaskan, bahwa kebijakan menetapkan kuota BBM tidak berada di kabupaten atau kota, melainkan di BPH Migas.
Dia mengakui dengan kehadiran Pertalite pada 2017, kuota Premium di Batam selama setahun mengalami pengurangan dari tahun-tahun sebelumnya. Semua itu dilakukan bertujuan, agar yang menikmati Premium merupakan orang yang benar-benar membutuhkan atau warga kurang mampu.
“Premium ini hanya untuk orang yang kurang mampu ,” kata Bagus.
Menurutnya, tahun 2016, kuota Premium di Batam lebih kurang 219 ribu KL per tahunnya. Namun 2017, kuota itu turun 30 persen menjadi 160 ribu KL. Sisa kuota yang sebelumnya diberikan untuk Batam itu, kemudian dialihkan ke daerah Indonesia lainnya.
Mukriyadi anggota Komisi II DPRD Batam meminta adanya regulasi mengatur setiap mobil bisa isi berapa liter dan harganya ditentukan.
“Terkait pengawasan kami minta ditingkatkan. Karena ada juga petugas yang bermain, dengan menjual ke pengecer,” katanya menanggapi penjelasan Pertamina.
Ade Helmi perwakilan Hiswana Migas mengatakan perlu dipikirkan agar orang yang berhak menggunakan BBM bersubsidi, betul-betul difasilitasi.
“Selagi harganya murah Premium akan dicari. Jadi kuota Premium ditambah, bukan solusinya,” kata Ade.

