CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Juli 2018 mendatang Batam akan beralih dari Free Tade Zone (FTZ) menjadi zona Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Demikian disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution saat menjadi pembicara dalam diskusi publik, di Hotel Radisson, Jumat (13/4/2018).
Diskusi publik itu mengambil tema, “Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri”.
Darmin mengatakan akan mencoba mencari jalan pintas, dan dari zina mana yang paling siap dijadikan KEK. Diharapkan tiga bulan sudah ada zona tertentu di Batam ini dijadikan KEK.
“Ada lima zona yang bisa dikembangkan menjadi KEK di Batam. Jumlah itu bisa berubah,” katanya.
Darmin sendiri belum bersedia menyebutkan ke lima zona yang akan ditetapkan sebagai KEK, dengan alasan belum ada peresmian.
“Nantinya seluruh wilayah Batam akan menjadi KEK. Praktis dengan begitu tak ada lagi namanya BP Batam. Yang ada, Badan Pengelola KEK Batam,” katanya.
Menurutnya, harus ada Badan Pengelola KEK dalam proses menuju KEK. Nantinya, Kepala BP Batam bisa saja diberi garis miring Badan Pengelola KEK. Sedangkan Dewan Kaswasan Batam diketuai Gubernur Kepri.
“Fasilitas yang ditawarkan KEK lebiih baik dibandingkan FTZ. Untuk itu Pemerintah Pusat ingin mentransformasi Batam menjai KEK. Begitu peluang untuk investor yang bergerak di bidang industri berteknologi tinggi, lebih besar. Diharapkan Batam bisa lebih bersaing dengan internasional,” ujarnya.

