CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN – Guru Garis Depan (GGD) beruntung bisa bertugas nyaman dan tenang di Bintan. Sementara di beberapa daerah lain yang menjadi target program GGD dikabarkan menolak adanya guru yang dikirim di luar wilayah mereka. Sehingga pusat pernah melontrakan ide untuk merevisi program GGD di wilayah 3 T, terdepan, terluar dan tertinggal.
Data Disdik Bintan, ada 17 guru yang dikirim pusat menjadi tenaga pengajar program GGD.
“Untuk SD ada 12 guru dan SMP 5 guru, dan mereka sangat kita butuhkan,”kata Tamsir, Kadisdik Bintan, Minggu (1/10/2017).
Program GGD sejauh ini tersebar di Tambelan, Bintan Pesisir, Mantang dan Teluk Bintan. Kecamatan tersebut rata rata merupakan wilayah kepulauan atau pesisir.
Secara umum, jumlah guru PNS masih terbatas. Kehadiran 17 tenaga GGD ikut menambah porsi guru PNS.
“Karena mereka ini semua PNS,” kata Tamsir.
Diluar GGD, kegiatan belajar di sekolah di Bintan guru non PNS yang jumlah 1.100 orang.
Khusus tenaga pengajar GGD, Bupati Bintan Apri Sujadi mengaharapkan bisa menyesuaikan diri dengan kondisi di Bintan yang sebagian besar wilayah pesisir.
“Cepat beradaptasi dengan kondisi kehudupan di Bintan,”kata dia.
Apri juga menegaskan, GGD juga hendaknya dapat mendidik siswa-siswi yang ada di daerah dengan metode-metode pembelajaran yang baik, agar apa yang disampaikan kepada para siswa-siswi dapat diterima dan dimengerti dengan lebih mudah.
Selain membahas terkait GGD, Apri juga mengggunakama kesempatan sama untuk memberikan peringatan terkait jajanan sekolah yang higienis atau sehat.
“Sampai saat ini memang belum ada laporan terkait jajanan berbahaya bagi siswa-siswi di sekolah. Namun sebagai proteksi dini, saya sarankan agar Kepala Sekolah ikut mengambil peran disitu,” katanya.

