Mengapa Ramadhan menjadi bulan istimewa dibandingkan selainnya? Sebab di dalam Ramadhan bulan dibukanya pintu-pintu surga lebar-lebar, ditutupnya rapat-rapat pintu neraka, diturunkannya Alquran, Lailatul Qadar, dan diberikannya kelimpahan berkah, rahmat, dan ampunan bagi kita semuanya.
Oleh sebab itu, pada bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa selama 29/30 hari tanpa jeda dengan sahur dan berbuka setiap harinya. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran tentang diturunkannya kitabullah;
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di negeri tempat tinggalnya di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al Baqarah 185).
Ibnu Katsir Rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan dalam ayat ini Allah memuji bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan selainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Alquran dari bulan-bulan lainnya (Tafsirul Quranil Adzim, I/501).
Selama Ramadhan setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka selama Ramadhan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu” (HR. Muslim).
Maksudnya pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini karena banyaknya amal sholeh yang dikerjakan umat muslim dan diberikan pahala yang berlipat-lipat. Sehingga memotivasi umat Islam untuk melakukan kebaikan-kebaikan selama Ramdhan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang yang beriman.
Demikian juga dengan keberadaan setan-setan diikat yang kemudian dibelenggu dan tidak dibiarkan lepas seperti di bulan selain Ramadhan. Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Lailatul Qadar turun pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.
Allah ta’ala berfirman;
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadr 1-3).
Allah juga berfirman;
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan” (QS. Ad Dukhan 3).
Selama bulan Ramadhan seluruh waktu dikabulkannya doa-doa kita. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam;
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan” (HR. Al Bazaar sebagaimana dalam Mujma’ul Zawaid).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
1. Puasa sebagai perisai
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka” (HR. Ahmad dan Baihaqi).
2. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang tidak terhingga
3. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan di dunia dan di akhirat
4. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di hadapan Allah daripada bau misik/kasturi
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ . وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ . وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
“Allah berfirman: setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah: saya sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misik atau kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya” (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Puasa akan memberikan syafaat bagi orang yang menjalankannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
“Puasa dan Alquran itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata; Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya. Dan Alquran juga berkata; saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya. Beliau (Nabi) bersabda: maka syafaat keduanya diperkenankan” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani)
6. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pengampunan dosa. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).
7. Bagi orang-orang yang berpuasa akan disediakan Ar Rayyan (surga). Sahl bin Sa’d Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka (yang berpuasa). Dikatakan kepada mereka: di mana orang-orang yang berpuasa? Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut” (HR. Bukhari dan Muslim).
Demikian keagungan dan kemuliaan bulan Ramadhan Allah berikan kepada kita. Sayang, banyak di antara kita melewatkan begitu saja. Apalagi sebentar lagi Ramadhan sudah meninggalkan kita. Akankah kita akan bertemu Ramadhan tahun-tahun berikutnya? Wallahu A’lam Bish Shawab.

